Airlangga Minta Pegadaian dan BSI Masukkan 20 Persen Emas "Bawah Bantal" ke Ekosistem Bulion

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Pegadaian dan BSI menarik 20 persen dari 1.800 ton emas simpanan masyarakat ke dalam ekosistem bulion nasional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:59 WIB
Airlangga Minta Pegadaian dan BSI Masukkan 20 Persen Emas

Airlangga Minta Pegadaian dan BSI Masukkan 20 Persen Emas "Bawah Bantal" ke Ekosistem Bulion

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk mengalihkan setidaknya 20 persen dari estimasi 1.800 ton emas milik masyarakat yang simpan mandiri atau "di bawah bantal" agar masuk ke dalam ekosistem perbankan bulion.

"Tadi disampaikan emas yang ada 'di bawah bantal' itu ada 1.800 ton, nilainya luar biasa mencapai 252 miliar dolar AS. Jadi, bagaimana tugas Pegadaian maupun BSI, mungkin 20 persennya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke instrumen keuangan," kata Airlangga saat meresmikan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Airlangga menjelaskan, pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi sektor pertambangan dan energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pembentukan pasar bulion diproyeksikan menjadi instrumen utama untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambang di dalam negeri.

Menurutnya, pembentukan IBMA merupakan langkah kelembagaan yang strategis untuk mengintegrasikan ekosistem bulion sekaligus menandai fase baru pengembangan industri tersebut di Indonesia.

Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan terbangun, fokus selanjutnya adalah menciptakan pasar yang lebih efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

“IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bulion Indonesia," ujar Airlangga.

Anggota IBMA sendiri mencakup pelaku usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari perusahaan pertambangan, manufaktur pengolahan emas batangan dan perak, bullion dealer, hingga lembaga keuangan serta perbankan yang mengantongi izin kegiatan usaha bulion.

Saat ini, sebanyak 11 perusahaan telah bergabung dalam asosiasi tersebut, di antaranya PT Pegadaian (Persero), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, dan Brinks Solution Indonesia.

Selain itu, ada pula ICDX Group, PT Central Mega Kencana (pemilik merek Mondial, Frank & co., dan The Palace Jeweler), PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), serta PT Laku Emas Indonesia. (Antara)

Baca Juga: Ekonom Celios Minta Perpres Transportasi Daring Jamin Kemitraan Setara dan Perlindungan Sosial Ojol

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ekonom Celios Nailul Huda mendesak Perpres Transportasi Daring (ojol) menjamin hubungan kemitraan yang setara, hak multi...

news | 16:48 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka bertolak ke NTT bersama mahasiswa Psikologi UI untuk memantau penanganan bencana dan membe...

news | 14:01 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka tiba di Maumere, NTT, untuk meninjau penanganan pascagempa M 7,7. Gibran memboyong tim tra...

news | 13:55 WIB

Pemerintah melalui Menkeu dan Menteri ESDM tengah merumuskan aturan pembatasan subsidi BBM Pertalite bagi masyarakat mam...

news | 13:37 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung pertunjukan musik Tantowi Yahya di tiga kota Eropa sebagai langkah strategis memp...

news | 12:00 WIB