Sapa Penonton Jogja, Pemeran Film Dan Bandung Ceritakan Momen Syuting Selama Sebulan
matamata.com - Film Dan Bandung menggelar special screening sekaligus meet and greet di XXI Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta, Sabtu (8/8/2026).
Sinema adaptasi dari novel karya Pidi Baiq ini menghadirkan kisah cinta Basil dan Elma yang dibalut erat dengan persahabatan, keluarga, serta dinamika kehidupan mahasiswa.
Shanna Shannon, pemeran Elma, mengaku karakter yang dimainkan memiliki banyak kesamaan dengan dirinya. Meski begitu, ia tetap menghadapi tantangan besar saat harus memainkan adegan emosional.
“Untungnya sifat Elma itu sama persis kayak aku. Dia pendiam, terus introvert. Jadi aku nggak harus ngubah apa-apa. Ada banyak sekali adegan emosional, terutama dengan keluarga Elma. Itu yang cukup sulit,” tambahnya,” ujar Shannan.
Sementara itu, Keisya Levronka yang berperan sebagai Susi menyoroti metode penyutradaraan Rudy Soedjarwo yang berbeda dari biasanya.
“Kami menggunakan skrip hanya sebagai panduan, jadi dialognya dibangun bersama-sama. Itu hal yang cukup menantang,” katanya.
Keisya juga menilai simulasi panjang sebelum syuting membuat proses pengambilan gambar lebih lancar.
Film ini berpusat pada dinamika hubungan Basil (Samo Rafael) dan Elma, dua mahasiswa dengan latar belakang sosial yang kontras.
Basil harus hidup sederhana sambil bekerja karena ayahnya dipenjara, sementara Elma tumbuh sebagai putri tunggal dari keluarga kaya yang protektif.
Pertemuan mereka menghadirkan kisah romansa yang tumbuh perlahan, bukan cinta instan, melainkan perjalanan membuka hati di tengah konflik keluarga dan keraguan pribadi.
Baca Juga: Danantara Ambil Alih Manajer Investasi BUMN, AUM Capai Rp170 Triliun
Di sisi lain, persahabatan Elma dan Susi menjadi jantung cerita. Keisya bahkan mengaku akan bersikap sama seperti Susi jika memiliki teman seperti Elma di kehidupan nyata.
“Kalau di real life, aku akan melakukan apa yang Susi lakukan. Tapi tanpa perlu dia telepon, bentar-bentar sudah aku jemput. Sudah aku culik duluan kayaknya,” ujarnya sambil tertawa.
Produser Titin Suryani menegaskan bahwa film ini tidak hanya menyoroti romansa, tetapi juga nilai persahabatan dan hubungan orangtua-anak.
“Nilai persahabatannya ada. Kemudian juga hubungan orang tua dan anak tercermin di film ini. Dan sudah lama juga film tidak ada yang tentang kuliah. Nah, ini tentang kondisi kuliah, pemain-pemainnya semua kuliah,” imbuhnya.
Dengan alur yang dibuat lebih linier agar mudah diikuti penonton, Dan Bandung mencoba menghadirkan potret cinta dan persahabatan anak kuliah yang sederhana namun emosional.
Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis, 20 Agustus 2026.