Pendaftar Magang Nasional MagangHub Kemenaker 2026 Tembus 400.000 Peserta
matamata.com - Program Magang Nasional (MagangHub) yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat antusiasme tinggi pada tahap pertama pendaftarannya yang menembus angka 400.000 orang.
"Alhamdulillah, magang sekarang berproses. Kita sedang seleksi oleh perusahaan. Kita baru buka tahap pertama untuk 50.000 orang, tapi antusiasmenya luar biasa, yang daftar lebih dari 400.000," ujar Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Saat ini, perusahaan-perusahaan mitra tengah melaksanakan seleksi tahap pertama dengan kuota 50.000 peserta. Secara keseluruhan, program magang ini menyediakan alokasi sebanyak 150.000 orang yang akan disebar di berbagai perusahaan di seluruh Indonesia.
"Kami berharap perusahaan bisa mendapatkan kandidat yang sesuai harapan, sehingga nantinya adik-adik peserta magang bisa belajar banyak di perusahaan tersebut," kata mantan Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) itu.
Yassierli menambahkan, tim Kemenaker terus memonitor berjalannya program ini. Pada angkatan kedua, penempatan peserta akan dirancang lebih detail agar sesuai dengan program studi masing-masing di kampus.
Selain program magang, pemerintah juga menyiapkan pelatihan vokasi gratis dengan alokasi 270.000 peserta bagi lulusan SMA, SMK, atau sederajat. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis dan nonteknis sebagai bekal keterampilan untuk memudahkan pencarian kerja maupun merintis usaha mandiri.
"Sekarang sedang kita data, kurikulumnya sudah siap, instrukturnya sudah siap," ujar anggota Komite Audit dan Manajemen Risiko Majelis Wali Amanat ITB tersebut.
Ia menjelaskan, pelatihan vokasi ini dirancang untuk mengembangkan keahlian agar peserta siap bekerja di dunia industri maupun berwirausaha.
"Kita sudah melatih 70.000 orang, dan kita akan tambahkan 270.000 pelatihan vokasi di 43 balai yang ada di Kemenaker," urai mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Manusia dan Organisasi ITB itu.
Ke depan, pelaksanaan pelatihan tidak hanya berpusat di balai milik Kemenaker, melainkan juga diperluas ke balai-balai pelatihan di daerah sebagai bentuk pemerataan program.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) APINDO menegaskan bahwa program MagangHub harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pengusaha untuk menyerap tenaga kerja muda.
"Saya minta para pengusaha yang ada di APINDO mengikutkan perusahaannya mendaftar dan menerima peserta magang dari adik-adik kita Generasi Z. Ini kesempatan bagi APINDO menerima magang kerja," ajak Airlangga.
Ia memastikan, peserta magang di perusahaan swasta tetap mendapatkan insentif atau uang saku dari anggaran negara, sehingga pihak perusahaan tidak terbebani biaya penggajian.
"Jadi, mahasiswa Gen Z ini diberi gaji oleh pemerintah selama enam bulan magang. Bapak dan Ibu tidak menanggung apa-apa. Berdasarkan evaluasi tahap pertama tahun lalu, 60 persen tenaga kerja langsung terserap, bahkan sebagian melanjutkan ikatan kerja," pungkasnya. (Antara)