Pengamat Nilai Cara Seskab Teddy Rawat Jaringan Patut Dicontoh Politisi

Pengamat politik Hendri Satrio menilai cara Seskab Teddy Indra Wijaya merawat jaringan lewat reuni Akmil 2011 patut dicontoh politisi karena elegan dan tanpa transaksi politik.

Elara | MataMata.com
Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Pengamat Nilai Cara Seskab Teddy Rawat Jaringan Patut Dicontoh Politisi

Pengamat Nilai Cara Seskab Teddy Rawat Jaringan Patut Dicontoh Politisi

matamata.com - Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa menilai cara Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merawat jaringan dengan rekan-rekan seangkatannya patut dicontoh oleh para politisi.

Hal tersebut disampaikan Hensa menanggapi pesan Seskab Teddy saat menghadiri reuni dan syukuran 15 tahun Akademi TNI-Polri Angkatan 2011 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ia menilai langkah tersebut sebagai manuver strategis jangka panjang yang dikemas rapi melalui momentum keakraban.

"Di saat banyak elite politik pusing cari panggung, pasang baliho di mana-mana, dan tebar janji buat cari dukungan, Seskab Teddy justru memberi masterclass bagaimana cara membangun loyalitas yang sesungguhnya, yaitu mulai dari jaringan yang ia kenal sendiri, yakni teman seangkatannya," kata Hensa dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8).

Menurut pendiri lembaga survei KedaiKOPI tersebut, Seskab Teddy sangat menyadari bahwa kekuatan aparat dan birokrasi di masa depan perlahan akan diisi oleh generasi yang lebih muda, seperti angkatannya di Akmil 2011.

Alih-alih membiarkan rekan-rekannya terjebak dalam ambisi individual atau persaingan tidak sehat mengejar pangkat, Teddy justru menyatukan mereka untuk berjuang bersama tanpa transaksi politik.

"Lewat reuni dan pesan 'yang di atas bantu yang di bawah', ia sudah mengunci soliditas angkatan 2011 lintas matra tanpa perlu transaksi politik apa pun. Ini orkestrasi persahabatan yang sangat cantik, sekaligus mengamankan kekuatan tanpa terlihat bermanuver," ujarnya.

Hensa menilai gaya komunikasi Seskab Teddy yang luwes jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan komando formal. Langkah tersebut dinilai lebih natural karena berlandaskan ikatan emosional persahabatan, berbeda dengan manuver para elite politik sipil yang kerap berbiaya mahal.

"Politisi kita harusnya belajar dari cara Teddy merawat jaringan, sangat elegan dan tidak murahan. Dia tidak memaksa orang tunduk menggunakan instrumen kekuasaan," ucap Hensa. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

KPK memanggil anak anggota DPR Anwar Sadad sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim. Simak daftar len...

news | 15:21 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa perluasan perjanjian perdagangan internasional dengan Amerika Serikat ...

news | 13:53 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak penguatan keselamatan transportasi laut menyusul rentetan kecelakaan kapal di awal 2...

news | 13:15 WIB

Mendes PDT Yandri Susanto membantah tegas isu hoaks terkait Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang disebut akan mematik...

news | 12:18 WIB

Polres Metro Jakarta Pusat resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya setelah dip...

news | 09:23 WIB