KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Sumenep: Kemenhub Kerahkan KPLP dan 232 Korban Dievakuasi
matamata.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk menangani insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Laut Jawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal berlangsung cepat, aman, dan optimal.
"Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal," ujar Masyhud di Jakarta, Minggu.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran KM Mutiara Sentosa II diperkirakan terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Informasi tersebut diterima Kemenhub sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Basarnas serta instansi terkait di lapangan.
Sebagai langkah penanganan darurat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget menyiarkan informasi kecelakaan kapal. Sementara itu, KPLP mengerahkan KN Grantin P.211 dan Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi penyelamatan.
Masyhud menjelaskan, salah satu kapal yang pertama kali menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, kapal tersebut tidak dapat melakukan evakuasi karena mengangkut muatan berbahaya, sehingga proses penyelamatan dilanjutkan oleh kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Hingga kini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan proses evakuasi masih terus berlangsung dengan dukungan sejumlah kapal niaga, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kemenhub berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan merilis informasi berkala setelah data terverifikasi.
Di sisi lain, Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat sebanyak 232 korban kebakaran kapal tersebut berhasil dievakuasi hingga Minggu pukul 18.00 WIB.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, merinci dari total korban yang dievakuasi oleh unsur SAR gabungan dan kapal di sekitar lokasi, sebanyak 227 orang dinyatakan selamat dan lima orang meninggal dunia.
"Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia," kata Nanang di Surabaya. (Antara)