Rumah Subsidi BP Tapera: Minat Milenial dan Gen Z Tinggi di Tahun 2026

BP Tapera mencatat mayoritas penerima rumah subsidi FLPP didominasi oleh milenial dan Gen Z. Simak ulasan lengkap tren kepemilikan hunian muda di Batang.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:00 WIB
Rumah Subsidi BP Tapera: Minat Milenial dan Gen Z Tinggi di Tahun 2026

Rumah Subsidi BP Tapera: Minat Milenial dan Gen Z Tinggi di Tahun 2026

matamata.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan bahwa program rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) semakin diminati oleh generasi milenial dan Gen Z.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho merinci, realisasi penyaluran dana FLPP rumah subsidi pada tahun lalu mencapai 278.868 unit. Sekitar 62 persen dari total penyaluran tersebut diakses oleh kelompok usia 19 hingga 30 tahun.

"Realisasi penyaluran dana FLPP rumah subsidi tahun lalu sebesar 278.868 unit, di mana kurang lebih 62 persennya diakses oleh Gen Z dan milenial, usia 19 sampai 30 tahun," ujar Heru di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Menurut Heru, tingginya angka tersebut membawa optimisme tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap investasi jangka panjang, khususnya kepemilikan hunian sebagai aset masa depan, masih sangat tinggi.

Adapun realisasi penyaluran FLPP per Kamis, 30 Juli 2026, telah mencapai sekitar 118.700 unit. Heru optimistis capaian penyaluran FLPP hingga akhir tahun ini dapat melampaui angka tahun sebelumnya.

Tren positif ini turut dirasakan di tingkat daerah. Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPD Himperra) Jawa Tengah,

Sugiyatno, menyebutkan bahwa mayoritas pembeli rumah subsidi berasal dari kelompok usia produktif 22 hingga 35 tahun. Sekitar 80 hingga 85 persen di antaranya merupakan karyawan pabrik.

"Jawa Tengah kini menjadi salah satu pusat industri. Otomatis kebutuhan rumah juga terus meningkat. Karena itu, pembangunan perumahan memang mengikuti perkembangan kawasan industri," kata Sugiyatno.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT DwiWahana Deltamegah, Sri Widodo, menyatakan bahwa mayoritas pembeli rumah subsidi di perusahaannya berusia 20 hingga 35 tahun. Pembeli didominasi oleh generasi milenial yang telah berkeluarga, namun tren pembelian dari kalangan Gen Z yang masih lajang juga mulai meningkat.

"Bahkan ada pembeli berusia 20 tahun yang masih lajang sudah membeli rumah subsidi. Ini menunjukkan kesadaran Generasi Z terhadap pentingnya memiliki rumah mulai meningkat," ujar Sri Widodo.

Mayoritas konsumen tersebut berasal dari kalangan buruh pabrik, karyawan swasta, serta pekerja sektor informal yang bekerja di sekitar kawasan industri Batang.

Sri Widodo menilai, tingginya minat ini terjadi di tengah perlambatan sektor properti secara umum. Saat sebagian masyarakat menunda pembelian rumah nonsubsidi akibat suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) komersial yang bersifat floating (mengambang), rumah subsidi justru menjadi pilihan utama karena menawarkan suku bunga tetap hingga lunas, cicilan yang ringan, serta uang muka yang rendah. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

KPK resmi mengumumkan identitas tersangka baru dalam kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyanto...

news | 13:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kereta api merupakan instrumen penting demokrasi ekonomi dan ekonomi rakyat dalam p...

news | 13:18 WIB

Mantan Wakapolri Komjen Pol. (Purn) Oegroseno memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk klarifikasi sebagai saksi terkait...

news | 12:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jawa Tengah untuk meresmikan pemugaran Stasiun Semarang Tawang, menjajal KA Nusant...

news | 11:55 WIB

Komisi II DPR RI bersama Mendagri Tito Karnavian dan kepala daerah membahas remunerasi, dana bagi hasil, serta peningkat...

news | 11:51 WIB