Rekam Jejak Destry Damayanti, Pjs Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
matamata.com - Bank Indonesia (BI) resmi menetapkan Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs). Kesepakatan ini diambil melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 26 Juli 2026, menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI.
Terpilihnya Destry sebagai nakhoda baru bank sentral sejalan dengan rekam jejak panjangnya di bidang makroekonomi. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 1963 ini merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Kariernya diawali sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada periode 2000-2003. Setelahnya, ia sempat mengabdi di dunia akademis sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi UI pada 2005-2006.
Kiprah profesional Destry semakin menanjak saat ia dipercaya memegang posisi strategis di industri keuangan. Ia pernah menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011), disusul jabatan sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015).
Di ranah pemerintahan, Destry juga tercatat pernah memimpin Satuan Tugas (Satgas) Ekonomi Kementerian BUMN (2014-2015) dan menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS (2015-2019).
Di tubuh Bank Indonesia, Destry bukanlah sosok baru. Ia telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior selama dua periode berturut-turut sejak 2019. Sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia, posisi tersebut merupakan wakil pemimpin yang merangkap sebagai anggota Dewan Gubernur.
Pada periode pertamanya (2019-2024), Destry diangkat melalui Keputusan Presiden RI No. 74/P Tahun 2019. Jabatan ini kembali diembannya untuk periode 2024-2029 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses melalui laman elhkpn.kpk.go.id, total kekayaan Destry Damayanti pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp100,24 miliar. (Antara)