Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Ekspor AC Portabel China Melonjak 72 Persen

Gelombang panas ekstrem melanda Eropa hingga tembus 40 derajat Celcius. Permintaan AC portabel buatan China melonjak tajam hingga 72 persen.

Elara | MataMata.com
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:43 WIB
Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Ekspor AC Portabel China Melonjak 72 Persen

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Ekspor AC Portabel China Melonjak 72 Persen

matamata.com - Pemerintah China menyebut peningkatan permintaan produk pendingin udara (AC) portabel dari benua Eropa sebagai hubungan dagang yang saling menguntungkan. Lonjakan permintaan ini dipicu oleh gelombang panas ekstrem yang tengah melanda kawasan Uni Eropa (UE).

"Perdagangan China-UE telah menguntungkan konsumen dan pedagang. Ini bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan, tetapi hasil dari pilihan bersama yang menguntungkan kedua belah pihak," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan data Bea Cukai China, ekspor produk pendingin udara ke Uni Eropa mencapai 3,76 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun 2026, atau naik 43,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Khusus pada Juni 2026, tercatat lonjakan tajam sebesar 72,8 persen secara tahunan (year-on-year).

Mao Ning juga menggunakan momentum ini untuk merespons tudingan Barat terkait isu kelebihan kapasitas produksi (overcapacity) industri China.

"Apakah barang-barang China 'kelebihan kapasitas' atau kekurangan pasokan? Konsumen dapat memutuskan sendiri. Produk berkualitas yang diminati dan harganya wajar secara alami akan menemukan pasar yang cocok," tambah Mao Ning.

Ia berharap Uni Eropa dapat meninggalkan mentalitas 'zero-sum' dan melihat hubungan ekonomi ini dari perspektif yang tepat demi memperbesar ruang kerja sama.

Permintaan pasar Eropa saat ini didominasi oleh AC portabel dari produsen besar China seperti Midea, Haier, Gree, dan Dreame. Selain AC, produk lain seperti kipas angin, mesin pembuat es, kipas genggam, hingga selimut pendingin juga laris manis secara daring maupun luring.

Direktur Ningbo Heallux International Trading Co., Hu Benchun, mengungkapkan bahwa AC portabel buatan China menjadi alternatif utama karena biaya pemasangan AC konvensional di Eropa sangat mahal.

Berbeda dengan kota-kota besar di Asia atau Amerika Serikat, mayoritas perumahan dan bangunan tua di Eropa secara historis dibangun untuk isolasi musim dingin, bukan untuk menghalau panas ekstrem.

Selama beberapa dekade, AC tidak dianggap sebagai kebutuhan primer di Jerman, Prancis, dan Inggris karena musim panas biasanya berlangsung singkat.

Namun, persepsi tersebut berubah total tahun ini. Gelombang panas yang dimulai sejak 20 Juni 2026 dilaporkan menjadi yang terburuk dalam sejarah, dengan suhu menembus 40 derajat Celcius di Polandia, Republik Ceko, dan Jerman.

Kondisi ekstrem ini memicu risiko kesehatan serius seperti dehidrasi dan heat stroke, terutama bagi lansia dan anak-anak.

Akibatnya, AC portabel kini sangat dibutuhkan di panti jompo, ruang kelas, hingga apartemen. Di Paris, Prancis, antrean konsumen bahkan sudah mengular di depan toko elektronik Xiaomi sebelum jam buka hanya demi membeli kipas angin listrik.

Selain Eropa, tren kenaikan ini juga terjadi di pasar Amerika Utara. Ekspor AC China ke kawasan tersebut mencapai 469.000 unit pada Mei 2026, menandai pertumbuhan tahunan sebesar 12 persen. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengklarifikasi ucapan ulang tahun untuk Nadiem Makarim di Instagram. Dasco sebut itu ...

news | 16:24 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kerja sama ekonomi menjadi pilar utama hubungan Indonesia-Singapura. Pertemuan deng...

news | 16:21 WIB

Mentan Amran Sulaiman mempercepat swasembada pangan di Merauke melalui metode PM AAS. Simak strategi jarak tanam rapat y...

news | 16:16 WIB

KPK konfirmasi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni laporkan penolakan gratifikasi berupa amplop dari Bupati Kuansing Suha...

news | 12:50 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong menggelar pertemuan bilateral hari ini untuk membahas dan menan...

news | 12:46 WIB