Gerindra Bantah Isu Budi Djiwandono Perintahkan Awasi Pergerakan Wapres Gibran

Fraksi Gerindra DPR RI membantah keras isu Budi Djiwandono memerintahkan pengawasan terhadap Wapres Gibran Rakabuming Raka. Gerindra sebut itu hoaks dan siap layangkan somasi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 24 Juni 2026 | 09:15 WIB
Gerindra Bantah Isu Budi Djiwandono Perintahkan Awasi Pergerakan Wapres Gibran

Gerindra Bantah Isu Budi Djiwandono Perintahkan Awasi Pergerakan Wapres Gibran

matamata.com - Fraksi Partai Gerindra DPR RI membantah keras isu adanya rapat khusus yang dipimpin Ketua Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, untuk mengawasi pergerakan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Gerindra menegaskan rumor yang beredar di media sosial tersebut sepenuhnya tidak benar.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, memastikan bahwa dalam setiap rapat fraksi yang dipimpin oleh Budi Djiwandono, tidak pernah ada pembahasan maupun instruksi seperti yang dituduhkan.

"Saya selalu hadir dan ikut memimpin rapat-rapat di Fraksi Gerindra. Tidak ada perintah maupun pembahasan mengenai hal tersebut," ujar Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Bambang meluruskan bahwa agenda asli rapat Fraksi Gerindra adalah menginstruksikan seluruh anggota legislatif mereka untuk memantau kondisi ekonomi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Langkah ini bertujuan untuk memastikan program-program pemerintah berjalan tepat sasaran.

"Yang ada adalah perintah untuk mengawasi ketersediaan pangan dan harga sembako di dapil semua anggota DPR. Kami ingin memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya," kata Bambang menjelaskan.

Ia menilai, rumor yang mengaitkan partainya dengan pengawasan terhadap Wapres merupakan upaya provokasi yang tidak berdasar. Bambang menegaskan bahwa Gerindra tetap solid mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

"Hubungan keduanya sangat baik. Ini gosip tidak benar dan cenderung memprovokasi serta mengadu domba," tuturnya.

Meski menghormati kebebasan pers, Fraksi Gerindra menyayangkan adanya narasi yang tidak faktual. Menanggapi tudingan sepihak ini, Bambang menyatakan bahwa Partai Gerindra berencana mengambil langkah hukum.

"Atas adanya tudingan yang tidak benar itu, Partai Gerindra akan melayangkan somasi," ucap Bambang memungkasi. (Antara)

Baca Juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani-Nelayan XVII

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB