Said Iqbal Dijadwalkan Hadiri Musyawarah SP Antara Bahas Tantangan Pekerja Media

Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal siap hadiri Musyawarah SP Antara untuk bahas disrupsi digital dan gelombang PHK pekerja media.

Elara | MataMata.com
Senin, 22 Juni 2026 | 07:15 WIB
Said Iqbal Dijadwalkan Hadiri Musyawarah SP Antara Bahas Tantangan Pekerja Media

Said Iqbal Dijadwalkan Hadiri Musyawarah SP Antara Bahas Tantangan Pekerja Media

matamata.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, siap membahas dan menyerap aspirasi terkait tantangan pekerja media di era digital. Isu krusial ini akan dikupas dalam Musyawarah Anggota Serikat Pekerja Antara (SP Antara) pada Kamis, 25 Juni 2026 mendatang.

Ketua SP Antara, Abdul Gofur, menyatakan bahwa kehadiran Said Iqbal diharapkan menjadi bukti nyata keberpihakan dan perhatian pemerintah terhadap kondisi ketenagakerjaan di industri media yang saat ini menghadapi tantangan serius.

"Industri media sedang berada dalam masa yang tidak mudah. Transformasi digital telah mengubah lanskap bisnis media secara drastis. Banyak perusahaan media menghadapi tekanan pendapatan yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan kondisi pekerjanya," kata Gofur dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6).

Menurut Gofur, acara yang akan diselenggarakan di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat tersebut menjadi momentum penting bagi pekerja media. Terlebih, industri pers nasional tengah diguncang perubahan pola konsumsi informasi, disrupsi teknologi digital, serta tekanan bisnis yang semakin berat.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan media nasional harus menghadapi penurunan pendapatan iklan, perubahan model bisnis, hingga efisiensi operasional yang berujung pada pengurangan tenaga kerja.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda industri ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera mencari solusi bersama demi menjaga keberlanjutan industri sekaligus melindungi pekerja.

Selain ancaman PHK, pekerja media juga masih menghadapi tantangan dalam memperjuangkan hak-hak normatif serta membangun hubungan industrial yang sehat.

Gofur menilai, keberadaan serikat pekerja di beberapa perusahaan media saat ini masih belum sepenuhnya mendapat ruang yang memadai. Padahal, serikat pekerja merupakan bagian krusial dari ekosistem hubungan industrial yang modern dan produktif.

"Di tengah tekanan industri media saat ini, dialog sosial antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah menjadi semakin penting. Transformasi bisnis harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pekerja agar tercipta keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja," ujarnya.

Adapun Musyawarah Anggota SP Antara merupakan forum tertinggi organisasi. Agenda utama forum ini meliputi evaluasi program kerja, arah perjuangan organisasi ke depan, serta pemilihan Ketua SP Antara untuk periode kepengurusan 2026–2029.

Baca Juga: Pasokan Batu Bara PLN Aman, DPR Ungkap Penyebab Gangguan Listrik Jawa

Forum ini juga dirancang sebagai ruang diskusi strategis mengenai masa depan pekerja media dan hubungan industrial di sektor pers dan penyiaran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menggelar ratas di Istana Merdeka untuk membahas skema pendidikan negeri gratis dari jenjang S...

news | 14:04 WIB

Bank Indonesia (BI) mendesak DANA melakukan investigasi menyeluruh terkait pembobolan kartu kredit lewat fitur DANA QR. ...

news | 13:28 WIB

Kemenkeu mengestimasi insentif pajak tahun 2026 mencapai Rp576,4 triliun. Simak rincian sektor penerima dan dampaknya te...

news | 12:43 WIB

Kemnaker menetapkan 40.962 peserta lolos Magang Nasional 2026 Batch 2 Angkatan 2. Simak tingkat persaingan dan target 15...

news | 12:17 WIB

KPK usut dugaan keterlibatan anggota Polri Yayat Sudrajat dalam proyek Pemkab Bekasi. Mantan Pj Bupati dan Ketua DPRD tu...

news | 11:22 WIB