Komdigi Percepat Pemulihan Jaringan: 145 BTS Diperbaiki dan Internet Satelit Disalurkan di Sumbar

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak cepat memulihkan layanan komunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat. Upaya tersebut mencakup perbaikan 145 unit base transceiver station (BTS) dan pendistribusian fasilit

Elara | MataMata.com
Kamis, 04 Desember 2025 | 07:00 WIB
Komdigi Percepat Pemulihan Jaringan: 145 BTS Diperbaiki dan Internet Satelit Disalurkan di Sumbar

Komdigi Percepat Pemulihan Jaringan: 145 BTS Diperbaiki dan Internet Satelit Disalurkan di Sumbar

matamata.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak cepat memulihkan layanan komunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat. Upaya tersebut mencakup perbaikan 145 unit base transceiver station (BTS) dan pendistribusian fasilitas internet berbasis satelit.

Kepala Balai Monitor Kelas II Padang, Helmi, menjelaskan bahwa langkah pemulihan dilakukan melalui dua fokus utama, yakni penyediaan akses internet satelit dan perbaikan BTS yang rusak.

"Melalui pengerahan personel di lapangan, jalur komunikasi yang terputus segera terkoneksi kembali," ujarnya melalui keterangan resmi BNPB di Jakarta, Rabu (3/12).
Sebanyak 32 unit internet satelit Starlink juga telah dikirimkan ke lokasi terdampak sebagai dukungan komunikasi selama masa tanggap darurat.

"Bantuan alat satelit internet ini gratis. Penggunaan fasilitas ini tidak dipungut biaya," tambah Helmi.

Berdasarkan data pemantauan per 3 Desember 2025, terdapat 154 BTS yang mengalami gangguan dari total 3.739 unit di Sumbar atau sekitar 4 persen. Dari jumlah itu, 124 unit terkendala pasokan listrik, sehingga Komdigi menyiagakan genset di titik-titik terdampak.

Sementara itu, 29 BTS mengalami gangguan transmisi akibat terganggunya jalur fiber optik atau radio link, dan satu BTS mengalami kerusakan fisik karena terbawa arus banjir.

Sebaran kerusakan BTS terdata di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Agam (45 unit), Pasaman (37 unit), Padang Pariaman (18 unit), Solok (14 unit), Kota Padang (12 unit), Kota Solok (5 unit), Pasaman Barat (5 unit), Pariaman (3 unit), Tanah Datar (2 unit), serta Pesisir Selatan, Sijunjung dan beberapa daerah lain masing-masing satu unit.

Pemulihan jaringan dilakukan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Provinsi Sumbar. Kepala Diskominfotik, Rudi Rinaldi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD di kabupaten/kota agar perangkat internet dapat segera dimanfaatkan.

Starlink dapat digunakan selama tidak ada hambatan sinyal dan jaringan listrik tersedia, baik dari sumber utama maupun genset. Teknologi ini mampu menjangkau area dengan radius 500 meter hingga 1 kilometer dan mendukung penggunaan hingga 60 perangkat secara bersamaan.

Selain itu, Balai Monitor juga mengoperasikan repeater kebencanaan di Puncak Gunung Singgalang yang dapat menjangkau hingga 9–10 kabupaten/kota. Infrastruktur tersebut kini dimanfaatkan oleh BPBD, PPTD, Orari, dan RAPI untuk memperkuat komunikasi darurat. (Antara)

Baca Juga: Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan realisasi investasi nasional mencapai Rp3.923 triliun dalam dua tahun pemerintaha...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memacu investasi berkualitas lewat hilirisasi nikel/EV dan kemudahan perizinan. Pengurusan KIT...

news | 10:30 WIB