Kenapa 'GJLS: Berapi-Api' Personal Buat Generasi Burnout: Ekspektasi Jadi Pahlawan, Realitas Dicap Jadi Beban Lingkungan
matamata.com - Jika hidup Anda belakangan terasa seperti lelucon yang salah sasaran, tenang saja: Anda tidak sendirian. Rumah produksi Amadeus Sinemagna merilis sudut pandang paling getir sekaligus menghibur lewat film layar lebar terbaru, GJLS: Berapi- Kali ini, trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir mendedikasikan layar perak sebagai cermin besar bagi siapa saja yang akrab dengan predikat "beban lingkungan".
Tragedi Ambisi Heroik: Mau Jadi Pahlawan, Malah Jadi Pelayan Publik Serba Bisa
Dalam arahan sutradara Monty Tiwa, ironi dibuka dengan cerita tiga sahabat masa kecil yang bermimpi gagah menenteng selang di tengah kobaran api gedung bertingkat. Sayangnya, semesta dan tes fisik akademi sepakat bahwa mereka tidak berbakat. Dicap gagal total saat karantina, trio ini diasingkan dari operasi bergengsi.
Alih-alih menyiram api, mereka dicampakkan ke peringkat paling bawah untuk mengerjakan tugas-tugas yang kerap diabaikan institusi: melepas kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar tetangga, menembus birokrasi wali kelas demi mengambil rapor anak SD, hingga mendadak jadi pawang warga kesurupan. Ada heroisme murni yang getir di sana: mereka tetap berseragam pemadam kebakaran resmi, tapi musuh terbesarnya bukan lidah api, melainkan rasa malu dan kepasrahan.
Niat Menertawakan Orang Lain, Malah Menangisi Diri Sendiri
Kekuatan satir film ini rupanya bekerja dengan cara yang tak terduga. Di balik lelucon spontan yang menertawakan ketidakbecusan karakter utamanya, penonton justru disodori potret persahabatan tulus yang bertahan di titik terendah.
Ironi tersebut terbukti saat sesi penayangan khusus terbatas digelar baru-baru ini. Niat awal masuk bioskop untuk menertawakan kelucuan trio abang-abang, beberapa penonton justru pulang dengan mata sembap.
"Awalnya pengin ngetawain kebodohan mereka bertiga. Pas di tengah jalan, baru sadar kalau yang lagi diketawain itu nasib saya sama temen-temen sendiri pas lagi gagal barengan. Nonton komedi tapi pulangnya malah nyesek dan kangen kawan lama," tutur salah seorang penonton sesi penayangan khusus.
Sudah Siap Untuk Menyaksikan Kekonyolan Sekaligus Kegetiran Hidup Tiga Sahabat Ini?
Disutradarai oleh sineas kawakan Monty Tiwa, film ini diperkuat oleh deretan bintang lintas genre: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.
Bagi penonton yang butuh ruang aman untuk menertawakan nasib sebelum akhir tahun, tim promosi menggelar agenda penayangan spesial bertajuk "Pemadaman Duluan" yang menyambangi 23 kota terpilih:
Wilayah Jabodetabek & Sekitarnya: Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, Sukabumi.
Wilayah Jawa Barat & Tengah: Bandung, Sumedang, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Solo, Yogyakarta.
Wilayah Jawa Timur: Madiun, Kediri, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Malang.
Wilayah Sumatera: Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru.
Catat Tanggal Tayang Reguler Bioskop!
GJLS: Berapi-resmi meluncur serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Informasi jadwal tiket penayangan khusus dapat dipantau langsung melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.