Menko Pangan Targetkan 8.000 KDKMP Terisi Bahan Pokok Akhir Oktober 2026
matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan sekitar 8.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) selesai dilengkapi barang kebutuhan pokok dan sarana operasional pada akhir Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan pasokan pangan bersubsidi kepada masyarakat.
"Kami akan selesaikan ini sampai akhir bulan, mudah-mudahan ini bisa selesai yang 8.000 ya," ujar Zulhas usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Pemerintah terus mempercepat pemenuhan komoditas utama di jaringan koperasi tersebut, mulai dari pupuk bersubsidi, gula, minyak goreng, gas elpiji, hingga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pasokan Perum Bulog.
Zulhas mencatat, saat ini ada sekitar 28.000 hingga 29.000 KDKMP yang masih memerlukan kelengkapan barang. Dari jumlah tersebut, 8.000 koperasi diprioritaskan untuk dipenuhi kebutuhan operasionalnya dalam waktu dekat.
Ia mengakui tingkat kesiapan tiap koperasi saat ini belum merata. Sebagian koperasi telah beroperasi penuh dengan stok lengkap, sedangkan sisanya masih dalam proses pemenuhan fasilitas.
"Jadi saya pastikan akan ada memang yang belum lengkap, ada yang sudah lengkap, ada yang sudah terisi, ada yang belum terisi," kata Menko Pangan.
Selain komoditas pangan, pemerintah juga memverifikasi kesiapan armada distribusi seperti truk, mobil pikap, dan bentor (becak motor). Kesiapan mesin dan kelayakan jalan kendaraan diperiksa ketat agar proses distribusi tidak terhambat.
Sementara itu, Perum Bulog mencatat sebanyak 1.985 KDKMP telah masuk dalam cakupan pelayanan beras SPHP per Selasa (13/10/2026). Dari angka tersebut, 736 koperasi sudah menerima pasokan beras, sementara 1.249 koperasi lainnya sedang dalam proses pengiriman. Total pesanan pembelian (purchase order) beras SPHP melalui jaringan koperasi ini telah mencapai 624 ton.
Zulhas menegaskan, kesiapan KDKMP tidak hanya diukur dari fisik bangunan dan ketersediaan sarana, tetapi juga dari keandalan pengelola dalam menjalankan roda usaha serta melayani kebutuhan pangan masyarakat lokal. (Antara)
Baca Juga: Pionir Kosmetik Lokal Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun