Gala Premier Jogja Film Pitch and Fund, Merayakan Sinema yang Berakar di Yogyakarta

Dinas Kebudayaan DIY menginisiasi program kompetisi pendanaan film berjudul Jogja Film Pitch & Fund.

Yohanes Endra | MataMata.com
Minggu, 27 April 2025 | 17:35 WIB
Jogja Film Pitch and Fund. (ist)

Jogja Film Pitch and Fund. (ist)

Matamata.com - Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai ruang subur bagi lahirnya karya-karya sinema bermutu melalui perhelatan yang digelar di Studio 1 Empire XXI, Yogyakarta. 

Gala Premier Jogja Film Pitch & Fund, atau peluncuran film pendek hasil fasilitasi Dana Keistimewaan 2024, menjadi penanda bahwa sinema lokal tidak hanya tumbuh, tetapi juga berakar kuat di Yogyakarta. 

Acara ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban publik atas pemanfaatan Dana Keistimewaan tahun anggaran 2024 melalui peluncuran resmi empat film pendek terpilih. 

Perkembangan dunia film di Yogyakarta menunjukkan kemajuan yang signifikan. Munculnya berbagai komunitas film, serta hadirnya perguruan tinggi dengan jurusan film dan multimedia, telah mendorong lahirnya banyak sineas yang kreatif dan berdaya cipta tinggi. 

Melihat potensi tersebut, Dinas Kebudayaan DIY menginisiasi program kompetisi pendanaan film berjudul “Jogja Film Pitch & Fund” untuk memberi ruang kreasi bagi para pembuat film—baik dari latar belakang rumah produksi profesional maupun jalur independen—dengan harapan dapat menghasilkan karya yang layak tonton dan siap berkompetisi di berbagai festival film. 

Sebagai bagian dari akuntabilitas dan apresiasi kepada publik, gala premier ini menjadi ruang selebrasi bersama, sekaligus peluncuran resmi empat film yang lahir dari skema pendanaan tersebut. 

Penyelenggaraan Gala Premier ini dimaksudkan untuk: 

1. Menyediakan ruang apresiasi publik terhadap karya-karya film pendek hasil fasilitasi Dana Keistimewaan DIY Tahun Anggaran 2024. 
2. Memperkuat ekosistem perfilman lokal yang progresif dan berkelanjutan. 
3. Mendorong terjadinya dialog antara pembuat film dan penonton melalui diskusi terbuka yang memperkuat transfer pengetahuan dan nilai kebudayaan. 
4. Memperkuat pertanggungjawaban penggunaan Dana Keistimewaan kepada masyarakat melalui peluncuran karya yang terbuka dan profesional.

Terlaksananya Gala Premier Jogja Film Pitch and Fund secara meriah, inklusif, dan bertanggung jawab—baik dari sisi teknis penyelenggaraan, kemasan acara, maupun keterlibatan publik yang aktif dan memiliki keterikatan emosional dengan film-film yang diputar. 

Empat film pendek yang akan tayang perdana malam itu menghadirkan ragam narasi dan pendekatan visual yang memperkaya khazanah sinema lokal. 

Baca Juga: Suasana Haru Iringi Kedatangan Jenazah Ricky Siahaan, Karangan Bunga Banjiri Rumah Duka

Dari dokumenter yang menyentuh hingga fiksi realis yang menggugah, semuanya berbicara dari dan untuk Yogyakarta. 

1. Cerita Sepanjang Jalan 

Sebuah dokumenter berdurasi 37 menit karya sutradara Febfi Setyawati . Film ini membawa penonton menyusuri kehidupan anak berkebutuhan khusus di Yogyakarta bersama mobil siaga “Untuk Teman”. Lebih dari sekadar kendaraan medis, film ini memperlihatkan wajah komunitas yang penuh kasih, gotong royong, dan ketabahan dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. 

2. Kholik 

Disutradarai oleh Mandella Majid , film fiksi berdurasi 17 menit ini menyajikan satire cerdas tentang keyakinan dan realitas. Ketika Kholik yang bersikeras mengaku melihat UFO, masyarakat di sekitarnya justru meyakini ia akan mendapat musibah karena melihat pulung gantung . Film ini menyoroti benturan antara mitos lokal dan logika modern dalam bingkai jenaka dan kritis. 

3. Wali 

Film fiksi berdurasi 23 menit garapan Jihad Adjie ini mengangkat tema rekonsiliasi dalam keluarga yang diliputi sejarah kelam. Seorang anak perempuan bersikukuh agar ayah kandungnya—eks tahanan politik—tetap menjadi wali pernikahannya. Film ini mengajak penonton merenungkan pentingnya kesadaran penerimaan dan penghormatan terhadap sejarah pribadi. 

4. Saat Lanjut Usia 

Karya Khusnul Khitam ini adalah film fiksi berdurasi 30 menit yang menyentuh perasaan. Berkisah tentang tiga sahabat lansia yang harus menghadapi perpisahan karena perubahan hidup masing-masing. Lewat perjalanan singkat ke tepi pantai, film ini menjadi meditasi sunyi tentang makna kebersamaan, usia senja, dan keberanian untuk sendiri.

“Gala premier ini bukan sekadar selebrasi karya, melainkan bentuk pertanggungjawaban kreatif kepada publik—bahwa sinema lokal bisa tumbuh dan berbicara dengan bahasa serta identitasnya sendiri,” ujar Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., Kepala Dinas Kebudayaan DIY. 

Acara ini terbuka untuk umum dan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para pembuat film. Penonton dapat menyaksikan secara langsung keberagaman pendekatan visual dan kekuatan narasi yang ditawarkan oleh para sineas DIY dalam menciptakan sinema yang reflektif dan menggugah. Mari rayakan keistimewaan yang sesungguhnya—dari suara-suara lokal yang menemukan ruangnya di layar lebar.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Banyak individu mengalami hambatan dalam proses pengajuan pinjaman....

life | 20:43 WIB

Ultraverse Festival 2026 dengan Layanan XL Ultra 5G+ menghadirkan konser serentak di tiga kota dengan satu alur pertunju...

life | 11:43 WIB

Banyak tips yang dapat membantu Anda menikmati Bandung dengan anggaran terbatas....

life | 08:00 WIB

Deretan mesin cuci Panasonic ini menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang mengutamakan kebersihan maksimal, teknologi mo...

life | 16:03 WIB

Aktor Ringgo Agus Rahman mengaku antusias mendapatkan tantangan baru memerankan sosok ayah dengan dua putri dalam film t...

life | 08:15 WIB

Happy Catchy Studio menegaskan bahwa seluruh proses pengembangan Didi Kempot AI dilakukan dengan pengawasan ketat dari k...

life | 10:16 WIB

Pameran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan ruang ...

life | 10:15 WIB

Acara ini berfokus pada transformasi pengaruh digital menjadi bisnis yang berkelanjutan dan berjangka panjang, dengan te...

life | 14:37 WIB

Iko Uwais tidak hanya tampil sebagai pemeran utama, tetapi juga memulai debutnya sebagai sutradara....

life | 12:02 WIB

Debut Single Kumara, Dari Ketiadaan, dapat dinikmati di berbagai streaming platform mulai tanggal 19 Desember 2025....

life | 13:49 WIB