Letto Melepas Single 'Sebening Senja', Perjalanan Jiwa Mencari Jawaban Kehidupan

'Sebening Senja' mengisahkan perjalanan jiwa seseorang untuk mencari jawaban, namun akhirnya menemukan keajaiban dalampencariannya sendiri.

Yohanes Endra | MataMata.com
Senin, 27 Januari 2025 | 18:34 WIB
Letto. (siaran pers)

Letto. (siaran pers)

Matamata.com - Mengawali tahun 2025, Letto kembali membuat karya terbarunya berupa single atau satu lagu. Sekadar diketahui, Letto terakhir merilis single sekira empat tahun lalu bertajuk 'Fatwa Hati' (2020). Sebelumnya mereka juga telah beberapa single seperti ‘Kangen Deso’ (2018) dan ‘Kasih Tak Memilih’ (2016).

Lagu terbaru Letto yang dirilis sejak 18 Januari 2025 ini berjudul 'Sebening Senja'. Lirik lagu tersebut diramu oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe), vokalis Letto.

Letto. (siaran pers)
Letto. (siaran pers)

Secara keseluruhan, 'Sebening Senja' mengisahkan perjalanan jiwa seseorang untuk mencari jawaban, namun akhirnya menemukan keajaiban dalam
pencariannya sendiri. Seperti embun yang merindukan fajar, tapi justru menemukan keindahannya dalam kelembutan pagi.

Kalimat "Seandainya aku mengerti..", lirik pembuka lagu tersebut bukanlah penggambaran sebuah penyesalan. Malahan, lirik tersebut menjadi pintu masuk menuju eksplorasi mendalam tentang bagaimana ketidakpahaman kita tentang cinta yang justru membentuk perjalanan menemukan maknanya.

"Lagu ini berangkat dari momen yang kita semua pernah alami, saat kita merasa tidak siap menghadapi besarnya sebuah cinta," ujar Noe mengawali. "Tapi justru dari situlah perjalanan sesungguhnya dimulai."

Menurut Agus Riyono (Patub), proses perekaman lagu 'Sebening Senja' dikerjakan mandiri di studio pribadi mereka. Untuk proses akhir audio (mixing dan mastering), dikerjakan Sasi Kirono di Satrio Piningit Studio, setelah sebelumnya selalu mereka kerjakan sendiri.

“Lagu ini terhitung sudah lama, dibuat sekitar tujuh tahun lalu dan sudah mengalami beberapa revisi. Dikerjakan bersama lima lagu baru lainnya. Kami merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk dirilis,” kata Patub.

“Aransemen, rekaman semua instrumen, kami kerjakan sendiri. Tapi untuk mixing dan mastering kami serahkan kepada Sasi Kirono, agar mendapat insight nuansa yang lebih baru,” ujar Patub.

Untuk format audio visualnya, ‘Sebening Senja’ dipercayakan digarap Bagoes Kresnawan, sutradara dari Gelora Abadi Sentosa Indonesia (GAS.ID). Video klip ini rencananya akan dikeluarkan dua tiga pekan setelah format audionya muncul di gerai-gerai musik digital.

Ditambahkan Noe, video klip tersebut menggambarkan dinamika ayah dan anak menjadi satu interpretasi yang menyentuh. Tapi Letto tetap membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan resonansi personalnya masing-masing.

Baca Juga: Keren! Restoran Sop Kaki Kambing dan Sapi 999, Milik A. Hadiansyah Lubis Jadi Langganan Artis

"Seperti senja yang memberikan warna berbeda di setiap harinya, setiap pendengar akan menemukan warna makna yang berbeda dalam lagu ini," tambah Noe.

Letto. (siaran pers)
Letto. (siaran pers)

Seperti senja itu sendiri, maknanya hadir dalam gradasi yang berbeda bagi setiap pendengarnya. "Serpihan surga.." yang disenandungkan bisa hadir dalam berbagai bentuk, mungkin dalam senyum seorang ayah, dalam kedamaian spiritual, atau bahkan dalam perjalanan menemukan diri sendiri.

Melalui ‘Sebening Senja’, Letto mengajak pendengar untuk tidak sekadar mendengar, tapi merasakan dan menemukan serpihan surga mereka sendiri. “Karena terkadang, jawaban terindah hadir dalam perjalanan mencarinya,” pungkas Noe.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Drama Pernikahan Zee Asadel dan Emir Mahira yang Jadi Rekomendasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono....

life | 15:51 WIB

Sebanyak 80 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang terdiri dari berbagai k...

life | 12:39 WIB

KidZania Jakarta menawarkan aktivitas seru untuk anak....

life | 11:49 WIB

Ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih untuk menuju pusat kota Kuala Lumpur dari KLIA dan KLIA2 dengan berbagai keunggul...

life | 15:15 WIB

Dari lineup internasional, band pop-punk asal Inggris Neck Deep akan tampil eksklusif di Asia Tenggara....

life | 17:44 WIB

Abimana Aryasatya dan Morgan Oey ceritakan sulitnya syuting adegan laga 15 menit tanpa jeda di film Ghost in the Cell ka...

life | 06:00 WIB

Yang membuat Chicago The Musical terasa begitu kontemporer bukan hanya estetikanya, melainkan cerminan yang ditawarkanny...

life | 16:30 WIB

Pertunjukan ini menampilkan kualitas triple threat: akting, vokal, dan tari yang solid....

life | 12:58 WIB

Film Pelangi di Mars membawakan kisah seorang anak Indonesia pertama yang lahir di Mars, Pelangi....

life | 15:15 WIB

Film ambisius ini sudah lahir sejak lama, tahun 2020 tepatnya....

life | 15:22 WIB