Life

Piyu Mengenang Dendy Mikes Lewat Lagu "Dissolve" dan Heart Movement

Berangkat dari sebuah lagu, Piyu akhirnya melakukan kolaborasi lintas disiplin untuk membuat Heart Movement dalam mengenang almarhum Dendy Mikes.

Yohanes Endra

Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)
Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)

Matamata.com - Musisi Piyu merilis sebuah karya terbaru berjudul Dissolve. Bukan sekadar lagu, kali ini single dan video musik Dissolve yang dirilis oleh gitaris Padi Reborn tersebut mengusung Heart Movement yang diharapkan bisa bermanfaat buat banyak orang.

Dissolve merupakan lagu yang diciptakan Piyu dan dinyanyikan oleh almarhum Dendy Mike’s. Lagu Dissolve memiliki esensi mengenai penyesalan seseorang, yang berakhir dengan kehilangan.

Dalam acara Virtual Presscon "Dissolve", Piyu menjelaskan tentang latar belakang di balik tercetusnya proyek kolaborasi tersebut. Piyu pun sedikit banyak menjelaskan perkenalannya dengan Dendy Mike’s.

"Mungkin ada yang belum tahu, di scene musik Jakarta, dulu ada band bernama Kunci yang vokalisnya adalah Dendy Mulya Pasha. Kemudian, Dendy berkibar di dunia musik dan bergabung dengan Mike's Apartment. Dendy punya karakter vokal tersendiri dan saya menyukai karakter beliau. Saya akhirnya bergerak untuk berkolaborasi dengan Dendy," ujar Piyu.

"Dendy pernah membantu proyek solo saya tahun 2014. Kami juga sempat membuat band bareng The Frontman. Kami keliling beberapa kota dan sempat melakukan promo di banyak radio dan televisi. Kedekatan itulah yang membuat kami sempat membuat lagu berjudul Dissolve dengan lirik lagu berbahasa Inggris. Namun, lagu itu terhenti di tahun 2014. Sampai akhirnya tahun 2019 kemarin bulan Oktober Dendy meninggalkan kita untuk selamanya karena serangan jantung."

Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)
Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)

Piyu lantas bercerita mengenai momen ketika ia tergerak dengan lirik lagu Dissolve sampai akhirnya memutuskan untuk merilis lagu tersebut.

"Beberapa bulan lalu saya sempat mendengarkan lagu Dissolve dan saya tergerak dengan lirik lagu tersebut, ternyata kok pas banget dengan saya. Ada sesuatu yang belum terwujud. Dan di lirik tersebut ada sesuatu yang harus menghilang. Larut begitu. Saya sampai merinding. Akhirnya saya mencoba mixing lagu tersebut, ternyata saya merasa ada sesuatu yang memang harus kita sampaikan. Sesuatu yang belum terselesaikan," kata Piyu.

Berangkat dari sebuah lagu, Piyu akhirnya melakukan kolaborasi lintas disiplin untuk membuat Heart Movement dalam mengenang almarhum Dendy Mike’s.

"Saya minta izin ke mbak Cempaka, selaku istri almarhum Dendy. Dari situ kita ngobrol. Lalu, sempat ada usulan dari Mas Adib Hidayat. Akhirnya kita coba berkolaborasi untuk membuat Dissolve menjadi project movement dan akhirnya mengerucut pada teman-teman di BenihBaik.com yang paham dan tahu untuk bisa menginterpretasikan keinginan kami. Teman-teman BenihBaik.com sangat support dan membuat kita semangat banget," kata Piyu.

"Kita juga mencoba berkolaborasi dengan Tondi Hasibuan, seniman lukis yang mengalih wujudkan lagu tersebut menjadi sebuah karya lukisan. Kemudian lagu itu diimplementasikan lagi oleh Tendencies yang akhirnya membuat proyek ini menjadi sebuah barang atau benda yang bisa kita kelola untuk membuat donasi," imbuhnya.

"Kenapa kita pilih Heart Movement ini? Karena kita berharap gerakan ini bisa memberikan pengingat buat teman-teman, yang mungkin menganggap penyakit jantung adalah penyakit untuk orang tua atau lanjut usia, bahwa penyakit jantung bisa terjadi pada siapa saja."

Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)
Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)

Tak ketinggalan, Piyu menjelaskan tentang proses kreatif lagu Dissolve.

"Liriknya menceritakan seseorang yang kecewa terharap kesalahan dalam hidupnya. Lalu dia melukai perasaan pasangannya sehingga dia menyesal dan harus dissolve, manarik diri, pergi, dan menghilang. Inilah mengapa aku merasa lagu ini pas banget," ujar Piyu.

"Waktu rekaman aku ingat banget, Dendy sempat kesulitan di beberapa part. 'Waduh susah banget nyanyinya pas bagian ini'. Jadi memang ada sesuatu yang aku juga belum sreg waktu itu. Kayaknya kalau kita rilis waktu itu belum pas. Apalagi kita melihat saat itu belum dapat pesannya. Tapi ketika mixing kemarin aku merasa ada sesuatu yang belum tersampaikan jadi harus kita lakukan untuk membuat movement seperti ini."

Istri almarhum Dendy, Cempaka juga mengungkapkan harapannya untuk Heart Movement dan lagu Dissolve.

"Almarhum Dendy meninggal dunia pada tanggal 6 Oktober 2019 di umur 42 tahun karena penyakit jantung. Besar harapan saya, semoga Heart Movement dan lagu Dissolve ini, yang menjadi peninggalan terakhir dari almarhum Dendy, bisa membuat kita semua lebih sadar akan pentingnya kesehatan, terutama kesehatan jantung," ujar Cempaka.

"Penyakit jantung bukan hanya diderita oleh orang tua, tapi juga semua umur termasuk remaja yang usianya produktif."

Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)
Piyu dan Dendy Mike’s merilis lagu Dissolve. (siaran pers)

Pada akhirnya, Dissolve menjadi sebuah aksi kebaikan untuk para generasi muda dan penyintas penyakit jantung di Indonesia. Aksi penggalangan dana ini berupa donasi yang dikelola BenihBaik.com, penjualan merchandise Dissolve (boxset yang berisi t-shirt dan masker) yang dikelola pihak Tendencies dengan design Artwork Icon Dissolve dari Yongki Pardamean Simanjuntak, serta design lukisan Karya Tondi Hasibuan.

Selain itu, Penjualan lagu Dissolve lewat pengunduhan di gerai digital yang dikelola oleh oleh pihak BSM Records dan Upbeat Publishing. Semua hasil donasi dan penjualan akan diserahkan ke Yayasan Jantung Indonesia sebagai penerima manfaatnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report