Christine Hakim - Eros Djarot Senang Film Tjoet Nja' Dhien 1988 Direstorasi

Christine Hakim menyebut Eros juga melakukan berbagai riset dari buku sejarah dan sejarawan lokal dan Belanda.

Yohanes Endra | Yuliani | MataMata.com
Jum'at, 21 Mei 2021 | 10:36 WIB
Aktris Christine Hakim. [MataMata.com/Sumarni]

Aktris Christine Hakim. [MataMata.com/Sumarni]

Matamata.com - Film Tjoet Nja Dhien yang diproduksi pada 1988 diputar kembali di bioskop. Film tersebut direstorasi ulang oleh pihak pemerintah Belanda dengan dana miliran rupiah.

Eros Djarot selaku sutradara film tersebut angkat topi pada pemerintah Belanda. Sebab dana yang digelontorkan tak main-main.

"Kalau nggak salah itu sampai 3 miliar (rupiah) merestorasinya. Kita sih nggak dapet duit sama sekali tapi terima kasih sudah direstorasi supaya film seperti ini tidak hilang dan hasilnya bagus," kata Eros Djarot di XXI Plaza Senayan, Kamis (20/5/2021).

Aktris Christine Hakim. [MataMata.com/Sumarni]
Aktris Christine Hakim. [MataMata.com/Sumarni]

Christine Hakim selaku pemeran Tjoet Nja Dhien juga merasakan hal yang sama. Ia membeberkan alasan pemerintah Belanda merestorasi filmnya.

"Ide restorasi ini datang dari pihak Belanda, mas Eros yang menulis cerita asli dan sutradara, pihak sana menyebut ini satu-satunya film tentang kolonialisme yang tidak menyudutkan kolonial," ujar Christine Hakim.

Disuguhkan dari sudut pandang berbeda soal penjajahan, Christine Hakim menyebut Eros juga melakukan berbagai riset dari buku sejarah dan sejarawan lokal dan Belanda. Ia pun menegaskan film ini tak mengarahkan ke satu sisi saja yang salah.

"Ini ada sudut pandang berbeda yang justru penting untuk situasi sekarang, bagaimana Tjoet Nja Dhien menghadapi orang-orang disekelilingnya, mas Eros tidak membuat ceritanya hitam atau putih, itu yang dilihat oleh pihak sana," katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir yang juga hadir di pemutaran kembali film Tjoet Nja Dhien mengungkap kebanggaannya. Dia berharap film ini bisa menjadi pemicu semangat sineas lain untuk menghasilkan karya berkualitas yang tak dimakan zaman.

"Ini salah satu cara untuk kita menghargai karya anak bangsa dan juga mengingat sejarah perjuangan para pahlawan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang cinta atas karya seninya, bangsa yang tak lupa akan sejarahnya," ujar Erick Thohir usai menonton film tersebut.

Eros Djarot (MataMata.com/Wahyu)
Eros Djarot (MataMata.com/Wahyu)

"Hari ini kita lihat bagaimana di tahun 80-an saja kita bisa buat karya sebagus itu, semoga ini jadi pemicu bagi sineas lainnya," katanya lagi.

Pemutaran kembali film Tjoet Nja Dhien memberi kesempatan ke masyarakat dan para pecinta film untuk menikmati kembali film yang menyabet 8 Piala Citra di Festival Film Indonesia pada 33 tahun silam. Film Tjoet Nja Dhien juga pernah ditayangkan di Festival Film Cannes, Perancis, pada 1989.

Baca Juga: Ayu Dewi Antusias Jadi Pengisi Suara Film Raya and The Last Dragon

Direstorasi di Belanda, teknologi film Tjoet Nja Dhien kini telah disesuaikan sehingga gambarnya lebih tajam dan terang.

Saat ini film Tjoet Nja Dhien hanya bisa disaksikan di lima bioskop di Jakarta. Masing-masing di Pondok Indah Mall 1, Plaza Senayan, Trans Studio Mall Cibubur, Blok M Square dan Bekasi.

Pemutaran perdana sengaja dipilih pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei kemarin. Jika sambutan penonton antusias, film akan tayang lebih lama di bioskop dan kemungkinan akan diputar di berbagai kota lainnya di Indonesia.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Forestra kembali menghadirkan pengalaman khasnya melalui kolaborasi bersama Erwin Gutawa Orchestra....

life | 19:32 WIB

Chapter Jogja lahir sebagai kelanjutan dari semangat Jogja Art Fair....

life | 17:05 WIB

Mengusung tema ARS LONGA: GENERATIO, ARTJOG mengajak publik melihat kembali hubungan antargenerasi melalui praktik seni....

life | 10:51 WIB

Kemenangan Naga Sembilan menjadi salah satu highlight utama gelaran IHR Piala Paku Alam 2026....

life | 15:27 WIB

Youth Break the Boundaries umumkan pemenang Japan Youth Summit (JYS) 2026 di Osaka, ajang pemuda dunia berinovasi, tukar...

life | 13:24 WIB

Ada 6 faktor atau elemen yang membuat manajemen merasa optimistis untuk perkembangan dan kemajuan bisnis ke depan....

life | 19:20 WIB

Sebagai pembuka trilogi, ARTJOG 2026 mengusung tema Ars Longa: Generatio....

life | 11:53 WIB

Trailer yang ditampilkan bukan hanya menghadirkan jumpscare, tapi membangun rasa tidak nyaman yang perlahan merayap....

life | 11:05 WIB

Penyelenggaraan Piala Paku Alam merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan...

life | 14:15 WIB

Kehadiran Aurora Ribero sukses membawa bumbu romansa anak muda yang segar sekaligus penuh dilema emosional....

life | 16:54 WIB