Life

Apa Itu Termometer, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Simak penjelasan, fungsi, dan manfaatnya termometer di bawah ini:

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe

Termometer (Shutterstock)
Termometer (Shutterstock)

Matamata.com - Apakah kamu terserang demam? Kondisi demam biasanya ditandai dengan suhu tubuh yang mengalami panas tinggi. Pada umumnya, saat mengalami demam, kamu pasti akan menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhmu. Termometer sendiri terdiri dari beberapa macam yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan.

Adapun untuk penjelasan mengenai penjelasan, fungsi, dan manfaatnya, akan dibahas di bawah ini.

Pengertian Termometer

Termometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suhu ataupun alat yang digunakan untuk menyatakan derajat dingin atau panas suatu benda. Alat ini memanfaatkan termometrik dari zat, yaitu perubahan dari sifat-sifat zat yang disebabkan karena perubahan susu dari zat tersebut.

Zat cair termometrik yaitu zat yang mudah mengalami suatu perubahan fisis ketika dipanaskan maupun didinginkan, misalnya alkohol dan air raksa. Pada dasarnya, termometer dapat didefinisikan sebagai alat ukur yang digunakan untuk mengukur suhu atau temperatur maupun perubahan suhu.

Kata termometer berasal dari bahasa latin yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya untuk mengukur. Jadi, kegunaan dari alat termometer adalah untuk mengukur panas.

Fungsi Termometer

Pada dasarnya, fungsi termometer yaitu sebagai alat mengukur suhu. Suhu yang diukur juga bermacam-macam. Di bidang kedokteran, termometer berfungsi untuk mengukur suhu tubuh manusia untuk mengetahui tubuh seseorang demam atau tidak. Tidak hanya itu saja termometer juga berfungsi untuk mengetahui suhu pada oven (masak), suhu kamar, suhu ruangan, dan suhu pada mobil. Guna mengenali suhu, terdapat tiga satuan pengukuran suhu yang paling umum, yakni Celsius, Fahrenheit, dan Kelvin.

A. Skala Celsius

Dikutip dari National Geographic, skala Celsius adalah bagian dari sistem metrik. Sistem pengukuran metrik juga mencakup satuan massa, seperti kilogram, dan satuan panjang, seperti kilometer. Sistem metrik termasuk Celsius adalah sistem pengukuran resmi, hampir semua negara di dunia.

Sebagian besar bidang ilmiah mengukur suhu menggunakan skala Celsius. Nol derajat Celsius adalah titik beku air, dan 100 derajat Celcius sebagai titik didih air.

B. Skala Fahrenheit

Perlu kamu tahu, tiga negara tidak menggunakan skala Celsius, yaitu Amerika Serikat, Burma, dan Liberia. Mereka menggunakan skala Fahrenheit untuk mengukur suhu. Air membeku pada 32 derajat Fahrenheit dan mendidih pada 212 derajat Fahrenheit. Meski begitu, para ilmuwan masih menggunakan skala Celsius atau Kelvin untuk mengukur suhu.

C. Skala Kelvin

Selanjutnya untuk skala Kelvin, digunakan oleh fisikawan dan ilmuwan lain yang perlu mencatat suhu yang sangat tepat. Skala Kelvin menjadi satu-satunya unit pengukuran yang menyertakan suhu untuk "nol absolut", ketiadaan total energi panas.

Sehingga membuat skala Kelvin penting bagi para ilmuwan yang menghitung suhu benda di angkasa luar yang dingin. Air membeku pada 273 Kelvin, dan mendidih pada 373 Kelvin.

Jenis-Jenis Termometer

1. Termometer Oral dan Rektal

Fungsi termometer berdasarkan jenis, dari termometer oral atau rektal konvensional. Terdiri dari tabung kaca tertutup yang berisi cairan seperti merkuri. Ketika suhu naik atau turun, merkuri mengembang atau menyusut, menyebabkannya naik atau turun skala di dalam lorong kecil. Titik sempit di sepanjang lorong memungkinkan merkuri naik ke atas, tapi mencegahnya bergerak ke bawah sampai termometer "diguncang" setelah digunakan.

Dikutip dari Medicinenet, termometer harus menjaga kontak dengan tubuh selama sekitar empat menit untuk menghasilkan pembacaan yang akurat. Termometer oral yang ditempatkan di bawah lidah. Sedangkan termometer rektal yang diletakkan di dalam rektum.

2. Termometer Digital

Termometer juga tersedia dengan tampilan digital yang memudahkan pembacaan suhu. Bunyi 'bip' untuk memberi sinyal kapan waktunya untuk menarik termometer, dan tabung fleksibel untuk menahan kerusakan. Dikutip dari healthdirect, termometer digital cukup akurat dan dapat digunakan di bawah ketiak sejak anak usia di bawah 5 tahun.

3. Termometer Cair

Cara kerjanya sama dengan termometer oral dan rektal. Dilansir dari National Geographic, merkuri menjadi salah satu bahan paling familiar yang digunakan. Cairan lainnya, seperti minyak tanah atau etanol, juga bisa digunakan dalam termometer jenis ini. Termometer cair seringkali menyertakan skala suhu Celsius dan Fahrenheit, yang ditampilkan di kedua sisi tabung.

4. Termometer Telinga

Jenis selanjutnya ialah termometer telinga atau lebih tepatnya termometer gendang telinga. Mengukur suhu dengan membaca radiasi infra merah yang berasal dari jaringan gendang telinga. Memiliki tiga keunggulan utama sebagai berikut:

· Mengukur suhu tanpa bersentuhan dengan tubuh.

· Memberikan perkiraan suhu otak, karena berdekatan dengan otak.

· Memberikan pembacaan dalam dua atau tiga detik.

5. Termometer Basal

Jenis termometer berikutnya, terbilang spesial dan unik. Dikutip dari Medicinenet, termometer basal mengukur perubahan suhu kecil pada wanita untuk menunjukkan apakah ovulasi (pelepasan sel telur untuk pembuahan oleh sperma) telah terjadi.

Suhu tubuh wanita biasanya sedikit meningkat saat ovulasi terjadi dan tidak kembali normal sampai menstruasi dimulai. Termometer basal cukup sensitif untuk memantau sedikit perubahan suhu tersebut.

Suhu tubuh normal adalah 98,6 derajat Fahrenheit atau setara 37 derajat Celcius, meskipun bisa berkisar antara 36 dan 37 derajat pada siang hari. Suhu di awal hari, saat seseorang terbangun, disebut suhu basal.

6. Pirometer

Jenis termometer berikutnya adalah Pirometer yang digunakan untuk mengukur suhu sangat tinggi. Fungsi termometer ini dalam industri baja, untuk mengukur suhu besi dan logam lainnya.

7. Kriometer

Jenis yang satu ini terhitung masih asing, apalagi fungsi termometer ini tak bisa digunakan sehari-hari. Dikutip dari National Geographic, Kriometer mengukur suhu yang sangat rendah, misalnya di ruang angkasa.

8. Termometer Elektronik

Selanjutnya adalah termometer elektronik bekerja dengan alat yang disebut termistor. Sebuah termistor mengubah resistansinya terhadap arus listrik berdasarkan suhu. Komputer mengukur resistansi termistor dan mengubahnya menjadi pembacaan suhu.

9. Termometer Kelvin

Termometer Kelvin biasanya merupakan perangkat listrik yang dapat merekam variasi kecil dalam radiasi. Variasi ini tidak akan terlihat dan mungkin tidak cukup mengubah tekanan udara untuk meningkatkan kadar merkuri dalam termometer cair.

10. Termometer Inframerah

Kali ini jenis termometer yang kerap dijumpai selama masa pandemi Covid-19. Melansir dari Healthdirect, termometer ini menggunakan pemindai infra merah untuk mengukur suhu.

Bagian-Bagian Termometer

Terdapat bagian-bagian termometer yang umumnya ada pada alat ukur tersebut:

· Tabung Gelas

Tabung Gelas adalah badan termometer yang didalamnya berisi komponen utama seperti skala dan pipa kapiler.

· Pipa Kaca

Pipa kaca atau pipa kapiler adalah tabung sempit yang berisi zat cair seperti air raksa maupun alkohol. Fungsi dari pipi yaitu menjadi tempat terjadinya pemuaian zat cair tersebut. Ketika zat cair memuai maka zat tersebut akan naik keatas pipa kapiler. Ketika suhu mulai menurun, zat cair akan menyusut dan turun ke bawah.

· Skala

Skala merupakan bagian termometer yang berupa garis-garis berisi angka. Fungsi dari bagian ini untuk menunjukkan derajat celsius suatu benda. Semakin besar angka pada skala, maka semakin besar pula suhu benda tersebut.

· Zat Cair Pengisi Termometer

Zat cair pengisi termometer menjadi bagian terpenting karena berfungsi sebagai komponen dalam mengindikasikan derajat suhu suatu benda. Ketika panas. Zat cair atau raksa akan memukau. Sebaliknya ketika sugu benda rendah atau dingin, maka zat tersebut akan menyusun.

· Lekukan

Lekukan biasanya terdapat pada kolom raksa termometer badan. Bagian ini berfungsi agar zat cair yang telah memuai tidak mudah turun kembali. Sebelum termometer digunakan, pengguna harus mengibas-ngibaskan alat ukur terlebih dahulu agar air raksa turun pada posisi semula.

· Tandon

Tandon atau reservoir adalah bagian paling bawah pada termometer. Bagian ini berfungsi sebagai titik tempat kontak antara benda yang akan diukur suhunya menggunakan termometer.

Ketika terjadi sentuhan antara tandon dan benda, maka akan terjadi perpindahan kalor secara konduksi. Sehingga suhu tandon akan berubah mengikuti suhu benda dan zat cair didalam pipa kapiler akan memuai atau menyusut sesuai suhu derajat pada benda tersebut.

Cara Memakai Termometer

Berikut ini beberapa cara memakai termometer badan digital dengan mudah.

1. Cara Memakai Termometer Digital di Mulut

Menggunakan termometer digital di mulut dapat dilakukan oleh semua umur. Namun lebih direkomendasikan untuk anak diatas 4 tahun. Pertama, pastikan tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut kurang lebih 15 menit terakhir. Kemudian buka mulut anak dan meletakkan sensor termometer di bawah mulut. Tutup mulut hingga terdengar bunyi “biip” yang menandakan alat ukur sudah selesai mengukur suhu.

2. Cara Memakai Termometer Digital di Bawah Ketiak

Penggunaan termometer digital di bawah ketiak dapat dilakukan oleh siapa saja. Caranya yaitu lepas baju terlebih dahulu kemudian himpit termometer di ketiak. Pastikan bahwa bagian sensor termometer bersentuhan langsung dengan kulit. Tahan hingga termometer berbunyi dan selesai mengukur suhu.

3. Cara Memakai Termometer Digital di Anus

Menggunakan termometer digital di anus biasanya dilakukan pada bayi yang usianya di bawah 3 bulan. Caranya mengoleskan pelembab pada bagian anus terlebih dahulu. Tempatkan termometer sekitar 1/2 inchi ke dalam anus dengan lembut. Tahan alat ukur tersebut menggunakan tangan dan tunggu hingga sensor berbunyi.

Cara Kerja Termometer

Cara Kerja Termometer secara garis besar yaitu:

  • Ketika zat cair terkena atau dikenai panas (berupa panas dari benda), maka zat cair pada tandon akan mengembang atau memuai.
  • Karena zat cair dalam tandon memuai, maka zat cair akan masuk kedalam kapiler. Selanjutnya, zat tersebut berhenti pada skala suhu tertentu. Nah, skala tersebut yang menunjukkan suhu benda yang bersangkutan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memakai Termometer

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, ada hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan termometer, yaitu:

  • Suhu tubuh normal adalah 36,5 – 37 derajat Celsius.
  • Tidak menggunakan termometer dengan segera setelah selesai makan, minum cairan panas atau dingin, dan merokok. Tunggu sekitar 20-30 menit agar hasil yang didapat lebih akurat.
  • Selesai berolahraga dan mandi air panas, jangan langsung mengukur suhu tubuh menggunakan termometer. Beri jeda waktu sekitar satu jam.
  • Jika menggunakan termometer mulut, letakkan termometer di bawah lidah dan katupkan bibir erat-erat.
  • Saat mengukur suhu, diamkan termometer selama beberapa saat sampai terdengar bunyi alarm tanda pengukuran suhu selesai dilakukan atau sampai air raksa berhenti pada satu titik suhu.
  • Setiap sebelum dan selesai digunakan, jangan lupa untuk mencuci termometer dengan air bersih dan sabun atau alkohol sebelum disimpan kembali.

Itulah pembahasan seputar termometer. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Berita Terkini

Live Report