5 Alasan Kamu Wajib Nonton Film Petualangan Menangkap Petir

Selain karena ada dua aktor ganteng ini, penting banget buat mama dan papa muda.

Tinwarotul Fatonah | MataMata.com
Senin, 03 September 2018 | 07:00 WIB
Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)

Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)

Matamata.com - Setelah antri lama akhirnya dapat tiket nonton film Petualangan Menangkap Petir di Studio 5 Ambarukmo Plaza XXI, Sabtu (1/9/2018) sore. Bersama anak-anak usia TK dan SD, ada juga mama papa muda yang mengantar anak-anaknya, kru MataMata.com masuk ke studio bioskop karena pukul 14.10 filmnya dimulai.

Oh ya tak ketinggalan ada juga oma opa yang ikutan nemenin cucunya ikut duduk memenuhi kursi bioskop.

Nonton film Petualangan Menangkap Petir jadi lebih seru karena kedatangan beberapa pemain di film tersebut. Si imut dan cantik Zara Leola (pemeran Neta), Fatih Unru (pemeran Gianto/Jayen), Danang Parikesit (Kuncoro) serta Kunzt Agus (sutradara).

''Halo, nama aku Zara Leola,'' sapa bocah 12 tahun ini ke penonton bioskop sebelum film dimulai.

''Nonton apa kita?'' sambungnya.

''Petualangan Menangkap Petir,'' teriak kompak anak-anak di bioskop yang tampak antusias menjawab pertanyaan idolanya.

Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)
Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)

 

Fatih Unru dan Danang Parikesit juga Kuntz Agus bergantian menyapa penonton dan mengucapkan terima kasih.

Setelah jumpa idola, waktunya nonton film berdurasi 93 menit dengan ditemani popcorn dan segelas soda dingin. Soal cerita film keseluruhannya kamu langsung datang ke bioskop terdekat saja ya. Filmnya sudah rilis sejak 30 Agustus lalu.

Nah, MataMata.com hanya ingin mengulas alasan kenapa kamu wajib ajak keluarga nonton film Petualangan Menangkap Petir produksi Fourcolors Film.

Baca Juga: 7 Momen Viral Selama Asian Games 2018

1. Ceritanya relevan dengan kehidupan sekarang

Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)
Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)

 

Film Petualangan Menangkap Petir menceritakan seorang anak bernama Sterling yang dibesarkan penuh kasih sayang orangtua. Saking disayangnya, ibu Sterling tidak memperbolehkannya bermain ke luar rumah. Si ibu mengajarkan Sterling untuk berinteraksi dengan orang lain menggunakan sosial media. Jadilah Sterling seorang YouTuber cilik, yang setiap hari membuat konten sebagai kesibukannya.

Hanya saja lama-lama ayah Sterling khawatir anaknya akan menjadi anti sosial karena tak pernah punya teman nyata atau bertemu orang lain.

Ayah Sterling berpikir mengajaknya pindah dari Hong Kong dan menetap di Indonesia. Namun sebelum benar-benar tinggal di Jakarta, Sterling diajak liburan ke rumah kakeknya di Boyolali.

Nah di situlah, Sterling mulai berinteraksi langsung dengan orang bukan lagi di sosial media. Menemukan keseruan baru selain teknologi dan gadget.

Sayangnya, ibu Sterling tidak suka kalau anaknya berbaur dengan anak kampung di Boyolali. Inginnya Sterling hanya bermain dengan gadget-nya saja seperti di Hong Kong dulu.

Konflik pun terjadi antara Sterling dan ibunya. Namun di situlah pesan mendalam ingin disampaikan bahwa terkadang orangtua terlalu mengekang anaknya untuk meraih mimpi. Bahagia versi ibu dengan bahagia versi anak ternyata berbeda. Di situlah bagaimana caranya orangtua menanggapinya dengan bijak agar anaknya tidak terkekang.

Satu lagi, di zaman sekarang orangtua juga lebih suka memberikan fasilitas gadget dan tidak membiarkan anak bermain dengan teman-teman sebayanya.

2. Disisipi kisah legendaris Ki Ageng Selo

Sebelum nonton film ini, jujur kru MataMata.com kurang mengenal sosok Ki Ageng Selo. Ialah sosok legendaris dengan julukan Penangkap Petir.

Kono katanya, Ki Ageng Selo seorang tokoh penyebar Islam di tanah Jawa. Ia masih memiliki garis keturunan raja terakhir Majapahit.

Penulis naskah Eddie Cahyono dan Jujur Pranoto memang sengaja mengenalkan tokoh itu pada anak-anak generasi sekarang yang jarang lagi mendengar kisah-kisah masa lalu.

3. Mengenalkan anak-anak dunia film

Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)
Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)

 

Film petualangan menangkap petir mengajarkan anak-anak agar terus mengembangkan kreativitas. Karena kreativitas tak bisa dibatasi dengan kekurangan asalkan punya kemauan dan tekad yang kuat.

Film ini juga jadi yang pertama bercerita soal dunia perfilman kepada anak-anak. Bagaimana caranya membuat film yang tak hanya sekadar jadi namun bermakna.

''Jangan asal ambil video atau gambar kalau tak ada maknanya.''

Sepertinya kalimat ini bisa relevan buat siapa saja di era digital. Ya nggak?

4. Menyuguhkan pemandangan indah Boyolali

Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)
Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)

 

Diakui Kuntz Agus bahwa syuting di Boyolali punya kesulitan tersendiri. Namun kalau hasilnya memuaskan karena pemandangan yang disuguhkan menyegarkan mata penonton. Lelah pun berubah jadi bungah (bahagia).

Selain Jakarta dan Semarang, lokasi utama syuting film ini memang di Boyolali. Mereka memang sengaja ingin memperkenalkan Boyolali yang punya banyak potensi alamnya. Misalnya keindahan Desa Selo yang dekat dengan gunung dan punya pemandangan alam indah.

Kamu juga bisa melihat keindahan Waduk Kedung Ombo yang sangat menggoda pada traveler.

5. Bertabur pemain film berbakat

Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)
Film Petualangan Menangkap Petir. (Instagram/@petualanganmenangkappetir)

 

Alasan terakhir kenapa kamu harus nonton film petualangan menangkap petir karena para pemainnya. Kamu akan melihat betapa mumpuninya bakat akting Bima Azriel (Sterling), Fatih Unru (Gianto/Jayen), Zara Leola (Neta), Jidate Ahmad (Wawan) dan Danang Parikesit (Kuncoro). Sebagai pemain film cilik, aktingnya tak perlu diragukan.

Kamu bakal menemukan kelucuan-kelucuan natural khas anak-anak dari mereka.

Selain mereka, film ini makin spesial karena didukung aktor dan artis profesional. Di antaranya Slamet Rahardjo (kakek Sterling), Darius Sinathrya (Mahesa/ayah Sterling), Putri Ayudya (Beth/ibu Sterling), Abimana Aryastya (Arifin) dan Arie Kriting (Kriwil).

Akting Putri Ayudya sangat memukau sebagai seorang ibu padahal ia sendiri masih single. Lalu karakter Arie Kriting yang selama ini sering dapat peran humoris, ia kini jadi sosok realistis dan bijaksana.

Nah itu tadi ulasan soal film Petualangan Menangkap Petir. Jadi kamu mau nonton kapan?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dari lineup internasional, band pop-punk asal Inggris Neck Deep akan tampil eksklusif di Asia Tenggara....

life | 17:44 WIB

Abimana Aryasatya dan Morgan Oey ceritakan sulitnya syuting adegan laga 15 menit tanpa jeda di film Ghost in the Cell ka...

life | 06:00 WIB

Yang membuat Chicago The Musical terasa begitu kontemporer bukan hanya estetikanya, melainkan cerminan yang ditawarkanny...

life | 16:30 WIB

Pertunjukan ini menampilkan kualitas triple threat: akting, vokal, dan tari yang solid....

life | 12:58 WIB

Film Pelangi di Mars membawakan kisah seorang anak Indonesia pertama yang lahir di Mars, Pelangi....

life | 15:15 WIB

Film ambisius ini sudah lahir sejak lama, tahun 2020 tepatnya....

life | 15:22 WIB

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia....

life | 12:03 WIB

Anies membagikan refleksinya yang mendalam tentang bagaimana film ini berhasil memotret sosok ibu secara utuh....

life | 11:15 WIB

Kisah mereka bukan hanya tentang kesedihan, tetapi tentang cinta yang bertahan bahkan ketika waktu tak lagi berpihak....

life | 11:15 WIB