Kpop

Dianggap Sempurna, Ternyata IU Pernah Benci dengan Dirinya Sendiri

IU ungkap pernah merasa benci dengan dirinya sendiri.

Tinwarotul Fatonah | Dea Dezellynda Madya Ratri

IU saat mewawancarai adiknya (Youtube.com/IUTV)
IU saat mewawancarai adiknya (Youtube.com/IUTV)

Matamata.com - Solois IU baru saja merilis full album ke-5 yang bertajuk "LILAC". Album tersebut sukses besar sampai menduduki tangga lagu di berbagai negara.

Sibuk promosi, IU baru-baru ini jadi bintang tamu di acara tvN You Quiz on the Block. Ia tak cuma membahas album barunya, tetapi juga kehidupan pribadinya.

Penyanyi IU (Youtube.com)
Penyanyi IU (Youtube.com)

Gadis kelahiran 1993 itu mengaku sempat benci dengan dirinya sendiri. Tapi ia bersyukur bisa melewati fase menyedihkan di hidupnya itu.

Ia mulai bangkit dari keterpurukannya saat berusia 25 tahun. Saat itu ia merilis full album ke-4 yang berjudul "Pallete". Lewat album itu, ia menceritakan proses mencintai diri sendiri.

“Ketika aku masih muda, aku pernah membenci diriku sendiri. Bahkan jika aku telah mendapatkan hal-hal baik dalam hidupku, aku tetap kesulitan untuk mencintai diri sendiri. Lantas usia ke-25 tahun menjadi titik balik dalam hidupku,” ungkap IU dilansir dari Allkpop.

Solois IU (Allkpop.com)
Solois IU (Allkpop.com)

“Alasanku menulis lirik (lagu Palette) berbunyi, ‘Aku rasa, aku mulai mengenal sedikit tentang diriku’ karena aku merasa tidak ada lagi yang bisa membuatku lebih kecewa atau lebih terkejut dengan diriku sendiri. Aku akhirnya bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Aku akhirnya bisa menyukai diriku sendiri,” lanjutnya.

Mengidap insomnia, IU pernah merasa sedih setiap kali melihat orang lain tertidur nyenyak. Sampai akhirnya ia menciptakan lagu "Through The Night" yang menceritakan tentang insomnia yang ia derita.

Penyanyi IU (Soompi.com)
Penyanyi IU (Soompi.com)

“Dulu ketika aku masih kesulitan untuk tidur, Karena aku sendiri tidak bisa tidur nyenyak, kalimat 'Tidur nyenyak' adalah ungkapan perasaanku yang tulus. Karena saat itu, jika seseorang tertidur lebih dulu, aku merasa agak sedih,” ungkapnya.

“Tapi aku berpikir bahwa jika itu adalah seseorang yang sangat aku cintai, aku ingin mereka bisa tidur nyenyak, terlepas dari apakah aku (sulit tidur), dan itulah mengapa aku menulis lirik itu (di lagu Through the Night),” lanjutnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report