World

Crazy Rich Asians: Kisah Cinderella yang Dikemas Sangat Asia

Kamu harus nonton!

Tinwarotul Fatonah | Yoeni Syafitri Sekar Ayoe

Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)
Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)

Matamata.com - Kisah gadis biasa yang jatuh cinta dengan pria kaya raya bukanlah formula baru dalam sebuah film. Formula yang sama bisa kita temukan di Cinderella, Pride and Prejudice, Pretty Woman, Meteor Garden, dan masih banyak lagi. Itulah yang membuat Crazy Rich Asians populer. Kisah yang sudah sedemikian melegenda itu dikemas dengan warna berbeda yang tidak hanya akan membuatmu tertawa tapi juga berkaca-kaca.

Sinopsis

Rachel Chu (Constance Wu) adalah profesor ekonomi di Amerika Serikat. Doi menjalin cinta dengan pria ganteng sesama profesor bernama Nick Young (Henry Golding). Nick memang selama ini tertutup soal keluarganya, that's why Rachel deg-degan saat Nick mengajaknya ke kampung halaman Nick di Singapura untuk bertemu keluarganya.

Kebetulan saat itu Nick harus menghadiri acara pernikahan sahabatnya sejak kecil, yakni Colin Khoo (Chris Pang) dan Araminta Lee (Sonoya Mizuno). Rachel pun memiliki sahabat semasa kuliah yang sudah lama tak ditemuinya, yakni Peik Lin (Awkwafina).

Saat Rachel sampai di Singapura, matanya akhirnya terbuka. Nick Young yang ia pacari ternyata adalah salah satu orang terkaya di Asia. Keluarganya membeli properti seperti membeli coklat, sepupunya langganan tampil di majalah Vogue, dan pernikahan sahabat Nick itu adalah event terbesar di Singapura.

Yah, dia tidak menyangka kalau pacaran dengan Nick akan membuatnya dimusuhi wanita se-Asia dan ibu Nick, Eleanor Young (Michelle Yeoh) bahkan sampai rela menyewa mata-mata untuk menyelidiki latar belakangnya.

Bisakah orang biasa seperti Rachel bersanding dengan orang sekaya Nick? Di saat semua orang menganggapnya tak selevel,  termasuk ibu Nick? 

Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)
Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)


Adaptasi dari novel ke film

Adaptasi dari novel ke film memang agak risky. Masalahnya pembaca sudah punya gambaran hidup di kepala mereka masing-masing. Apalagi kalau novelnya sukses, ekspektasi pembaca akan lebih tinggi lagi.

Itulah yang membuat Crazy Rich Asians begitu diantisipasi. Film ini diadaptasi dari novel sukses karya Kevin Kwan tahun 2013 lalu. Novelnya sendiri sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama sejak tahun 2016 silam.

Yang sudah baca novelnya, bohong banget kalau nggak harap-harap cemas. Seperti yang kita tahu, adaptasi komedi romantis yang sudah-sudah jarang banget berhasil. Biasanya kalau nggak terlalu banyak scene keren yang di-cut, chemistry antar karakter yang begitu hidup di novel jadi melempem di layar.

Me Before You bisa dibilang adaptasi romcom novel ke film yang sukses. Chemistry Sam Claflin sebagai William Traynor dan Emilia Clarke sebagai Louisa clark sungguh jempolan. Karakter mereka benar-benar hidup mirip seperti yang pembaca bayangkan saat membaca novelnya. Nggak heran sih karena penulis naskah filmnya adalah penulis novelnya sendiri, yakni Jojo Moyes.

Makanya deh pembaca khawatir karena penulis naskah Crazy Rich Asians bukanlah Kevin Kwan, meskipun saat itu Kevin Kwan ikut menemani proses syutingnya. Yang dikhawatirkan adalah apa yang seharusnya penting tidak tampil di layar.

Tapi kamu boleh deh menghapus kekhawatiranmu. Crazy Rich Asians is surely big hits. Terharu banget bagaimana tim produksi film ini memperlakukan cerita yang tidak hanya berhasil memunculkan adegan yang tepat, tapi juga mentransfer perasaannya.

Ini seperti kamu melihat semua karakternya melompat ke luar dari buku. Semua detail dan adegan di-setting sedemikian rupa agar mirip dengan yang kamu bayangkan saat membaca novelnya. Yah memang kamu nggak bisa mengharapkan seratus persen harus sama, tapi kamu boleh lega karena setidaknya film ini menuangkan semua perasaan yang membuatmu betah membaca novelnya berjam-jam.

Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)
Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)

Black Panther versi Asia

Crazy Rich Asians bukan hanya sekadar film yang menghibur, dari awal film ini sudah terasa spesial karena cast-nya. Sama seperti Black Panther yang konsisten dengan casting orang kulit hitam, mayoritas pemain dan kru Crazy Rich Asians yang terlibat juga merupakan keturunan Asia.

Yup, Crazy Rich Asians tidak memajang bintang-bintang besar Hollywood, melainkan bintang Asia yang jarang mendapat spotlight. Tercatat, film Hollywood dengan mayoritas pemain berdarah Asia terakhir kali adalah 25 tahun lalu saat The Joy Luck Club rilis tahun 1993.

Bila tidak digarap serius, Crazy Rich Asians yang mengangkat kisah klasik ala Cinderella mungkin akan berakhir seperti roman picisan biasa. Tapi great job untuk Jon M. Chu yang mengemas kisah ini dengan brilian hingga terasa relevan dan asli bikin ngakak.

Crazy Rich Asians benar-benar menggambarkan potret keluarga kaya Asia dengan begitu sempurna. Kamu akan dibawa terhanyut oleh pemandangan keren dari hunian mewah mereka, sajian kulinernya yang menggugah selera dan kebiasaan mereka yang bikin geleng-geleng kepala.

Film ini menjadi lebih spesial dengan iringan musik pengiring yang easy listening. Soundtrack-nya benar-benar menjadi pelengkap yang ampuh untuk membangun suasana. Asli filmnya jadi terasa berkali-lipat lebih romantis saat mendengarkan OST-nya. 

Akting para pemainnya juga nggak kalah jempolan. Termasuk sepupu Nick, Astrid (Gemma Chan) yang bikin penonton meleleh dengan pesonanya dan Peik Lin yang bikin ngakak dengan banyolannya. Yang pasti selama dua jam menonton film ini sulit membuat ekspresimu tetap datar.

Selain sukses menyajikan gambaran kehidupan kaum jet set Asia, Crazy Rich Asians juga tak lupa menggambarkan ironi di baliknya. Bahwa sekaya apapun mereka, hidup selalu punya masalahnya.

Crazy Rich Asians jelas tak melulu bicara soal cinta, melainkan juga tentang budaya, hubungan anak dan orangtua, serta kesadaran mutlak kalau wanita itu harus punya prinsip dan harga diri.

Buat yang sudah baca novelnya, film ini tetap menawarkan kejutan menarik di setiap scene-nya. Buat yang belum membaca, Crazy Rich Asians jelas tontonan menarik yang membuatmu terpaku pada layar tanpa pernah merasa bosan.

Sebagai tambahan, film ini sepertinya akan ada sekuelnya. Pasalnya Kevin Kwan sendiri menulis novelnya secara trilogi, yakni Crazy Rich Asians, China Rich Girlfriend dan Rich People Problems. Semuanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama.

Film ini sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 11 September 2018 dan sudah bertahan di puncak Box Office Amerika Utara selama beberapa pekan. Yeah it's classic, but incredibly romantic.

Jangan lupa nonton ya :)

Pemain Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)
Pemain Crazy Rich Asians (Instagram/@crazyrichasians)

 

Berita Terkait

Berita Terkini