Seleb

Ernest Prakasa Soroti Tajam KPI: Ribut Bicara Moral, Lupa Melirik Cermin!

Lewat Instagram pribadinya, Ernest Prakasa melontarkan sindiran pedas untuk KPI.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Rena Pangesti

Ernest Prakasa (instagram.com/ernestprakasa)
Ernest Prakasa (instagram.com/ernestprakasa)

Matamata.com - Terkait kasus pelecehan seksual, Ernest Prakasa melontarkan sindiran pedas untuk KPI. Komika sekaligus sutradara ini menyebut lembaga tersebut kerap menggaungkan moral tapi tidak melakukan introspeksi diri.

"Ribut bicara moral, lupa melirik cermin. Komisi Pelecehan Indonesia," tulis Ernest Prakasa dalam unggahannya di Instagram, Jumat (10/9/2021).

Ernest Prakasa (instagram.com/ernestprakasa)
Ernest Prakasa (instagram.com/ernestprakasa)

Ucapan satir Ernest makin keras dilontarkan di caption. "Silakan berusaha berkelit, kami akan bersuara dengan sengit," terang sineas 39 tahun ini.

Pada unggahan selanjutnya, Ernest Prakasa juga masih menyoroti kasus pelecehan seksual yang terjadi di KPI. Ia geram dengan kabar yang menyebutkan bahwa korban disuruh meneken surat damai.

Ernest Prakasa (Instagram/@ernestprakasa)
Ernest Prakasa (Instagram/@ernestprakasa)

Kejadian ini bermula saat MS, korban pelecehan seksual mendapat telepon dari salah satu komisioner KPI. Ia diminta datang sendiri ke kantor tersebut tanpa didampingi pengacara.

"Menurut keterangan pengacara, komisioner yang menelepon MS tidak ada disitu. Tapi di sana ada pejabat KPI yang tergabung dalam tim investigasi internal, ada juga terduga pelaku pelecehan," kata Ernest Prakasa yang membaca berita di salah satu portal media.

Ernest Prakasa (Instagram/@ernestprakasa)
Ernest Prakasa (Instagram/@ernestprakasa)

Ernest Prakasa tidak habis pikir saat mendengar kabar tersebut. "Bayangin, lu korban dipertemukan sama orang yang melecehkan elu, dan elu nggak boleh bawa pengacara," terang bintang film Comic 8 ini.

Pada saat itu, MS disuruh meneken surat damai dengan isi yang merugikan korban. "MS harus mengakui perbuatan pelecehan seksual itu tidak pernah ada, baca ini dada gue deg-degan. Berita hari ini memuakkan, menjijikan," ucap Ernest Prakasa.

MS, korban pelecehan di KPI didampingi pengacara saat memenuhi pemeriksaan kesehatan di RS Polri. (Suara.com/Yaumal)
MS, korban pelecehan di KPI didampingi pengacara saat memenuhi pemeriksaan kesehatan di RS Polri. (Suara.com/Yaumal)

Ernest Prakasa lantas meminta masyarakat untuk tidak diam melihat kasus ini. Hal ini dengan tujuan supaya MS bisa mendapatkan keadilan.

"Saya mengajak teman-teman mengawal kasus ini. Jangan sampai pelaku memaksa korban untuk bertindak seolah derita yang dialami tidak pernah terjadi," pintanya.  

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report