Duga Syakir Daulay Dimanfaatkan Label ProAktif, Ini Kata Pengacara

"Perjanjian tidak seimbang itu berlaku seumur hidup padahal kerjasama pengelolaan akun," kata tim kuasa hukum Syakir Daulay, Haris Azhar.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | MataMata.com
Minggu, 12 Juli 2020 | 15:35 WIB
Duga Syakir Daulay Dimanfaatkan Label ProAktif, Ini Kata Pengacara

Duga Syakir Daulay Dimanfaatkan Label ProAktif, Ini Kata Pengacara

matamata.com - Perseteruan Syakir Daulay dan label ProAktif yang berawal dari transaksi jual beli akun Youtube masih berlanjut. Tim kuasa hukum Syakir Daulay, Haris Azhar menyebut bahwa kliennya telah dimanfaatkan oleh pihak label musik ProAktif.

Dia mengatakan perjanjian kontrak kerja yang telah disepakati tidak sesuai kenyataan. Kejanggalan-kejanggalan itu pun diungkap pihaknya dalam jumpa pers di Hotel Amarossa di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2020).

"Perjanjian tidak seimbang itu berlaku seumur hidup padahal kerjasama pengelolaan akun. Tapi dalam perjanjian itu harusnya memuat soal tentang apa yang dilakukan Syakir sendiri dan ada kurun waktunya," ujar Haris Azhar dalam jumpa pers di Hotel Amarossa di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2020).

Hariz Azhar menjelaskan kontrak kerja yang sebenarnya mesti ada batasan waktu. Namun dia menduga pihak ProAktif seakan ingin memanfaatkan kliennya seumur hidup dengan cara membuat 4 konten dalam seminggu untuk diupload di YouTube.

"Jadi kalau saya kerja sama Syakir saya cuci sarung Syakir, Syakir cuci baju saya nah ini berapa lamanya Syakir harus tanya 'Berapa lama kita kerjaain ini bang?'. 'Satu tahun'. Nah perjanjian ini nggak ada ini kaya mau selama-selamanya," tuturnya.

"Jadi kaya kreatifitas, produktifitas, karya-karya Syakir itu kaya seumur dikunci. Syakir wajib membuat empat konten dalam seminggu dan kalau ada keterlambatan diancam dengan sanksi berupa denda," tambahnya.

Penyanyi Syakir Daulay berpose saat berkunjung di kantor redaksi Suara.com, Jakarta, Selasa (28/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Penyanyi Syakir Daulay berpose saat berkunjung di kantor redaksi Suara.com, Jakarta, Selasa (28/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Dia menyebut tidaklah mudah membuat kontens ebanyak itu. Apalagi, Syakir Daulay harus mencari ide kontennya sendiri.

"Seminggu empat kali Syakir harus setor empat konten nah produksi itu ada proses editing, ngambil gambar, cari ide. Nah kalau empat produksi dalam seminggu kalau dilakukan tiga bulan aja Syakir bisa kehilangan berat badan 10 kilogram, karena itu hampir bisa dikatakan tidak mungkin," ungkapnya.

Dia juga menyebut bahwa kliennya tak pernah mengerti soal perjanjian kontrak kerja dengan pihak ProAktif karena masih di bawah umur. Terlebih Syakir Daulay tak didampingi walinya saat membuat perjanjian. 

Baca Juga: Syakir Daulay Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar ke ProAktif

"Ini bukti bahwa Syakir tidak paham dengan materi ketika tanda tangan perjanjian tersebut, selain tidak didampingi walinya Syakir juga masih di bawah umur Syakir nggak paham. Jadi produksi ini sebetulnya di luar akal sehat kalau produksi empat konten seminggu itu nggak mungkin," bebernya. [Herwanto]

×
Zoomed
TERKINI

Daft Funk Live dikenal sebagai salah satu tribute act paling prestisius di dunia yang menghadirkan interpretasi live dar...

seleb | 08:00 WIB

Titip Bunda di Surga-Mu di Yogyakarta jadi tontonan penuh haru yang mengingatkan arti kebersamaan keluarga sekaligus aja...

seleb | 14:13 WIB

Bandit adalah film action-crime-drama terbaru yang debut di JAFF 2025, menampilkan kisah kelam penuh ketegangan tentang ...

seleb | 22:12 WIB

Film ini memilih tetap berada di era 2000-an untuk merayakan cinta yang tumbuh di tengah reformasi, surat-surat, dan keh...

seleb | 09:24 WIB

LAKON Indonesia mengangkat kekayaan warisan tenun dari Nusa Tenggara Barat....

seleb | 13:53 WIB