Seleb

Vanessa Angel Terima 'Pesanan' 9 Kali, Paling Banyak di Lokasi Ini

Diungkap polisi, total ada 9 kali bookingan.

Rendy Adrikni Sadikin

Vanessa Angel. [Beritajatim.com]
Vanessa Angel. [Beritajatim.com]

Matamata.com - Penyidik Cyber Crime Kepolisian Daerah Jawa Timur mengantongi data digital forensik terkait peran Vanessa Angel dalam bisnis prostitusi online.

Dari data tersebut, polisi mengungkap jumlah orderan yang diterima Vanessa dari mucikari. Total ada 9 kali bookingan.

"Dua diantaranya dilakukan di Singapura, satu di Surabaya dan enam di Jakarta," kata Direskrimsus Polda Jatim Ahmad Yusep Gunawan, Senin (14/1/2019) seperti dikutip dari Beritajatim.com-jaringan Suara.com.

Selain itu juga terungkap selama ini Vanessa difasilitasi oleh enam mucikari. Sementara tarif yang dipatok untuk sekali kencang rata-rata Rp 80 juta.

Kasus Vanessa Angel dibahas TV Taiwan
Kasus Vanessa Angel dibahas TV Taiwan

Menurut Yusep, Vanessa mendapat Rp 35 juta, sementara sisanya dibagi-bagi keenam mucikari.

"Karena mereka yang menghubungkan ke user sampai ke penyedia yakni VA," ujarnya.

Dibantu 6 mucikari

Rupanya, Vanessa dalam menjalani bisnisnya itu dibantu oleh enam mucikari. Hal itu terungkap dari data digital forensik yang dikantongi penyidik.

"VA mendapat Rp 35 juta, sisanya (dari Rp 80 juta) dibagi-bagi ke enam mucikari ini. Karena mereka yang menghubungkan ke user sampai ke penyedia yakni VA," kata Direskrimsus Polda Jatim Ahmad Yusep Gunawan, Senin (14/1/2019).

Yusep seperti dikutip dari Beritajatim.com-jaringan Suara.com,menambahkan, dari tiap tranksaksi yang dilakukan VA, tarif rata-ratanya sama, yakni 80 juta.

Vanessa Angel (Suara.com/Sumarni)
Vanessa Angel (Suara.com/Sumarni)

 

Berdasarkan temuan ini, apakah status Vanessa akan dinaikkan menjadi tersangka, Yusep belum bisa memastikan.

"Dari pemeriksaan nanti akan didapati status VA selanjutnya," ujar dia.

Vanessa Angel ditangkap di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu (5/1/2019) bersama Avriellya Shaqila serta dua mucikari, yakni Siska dan Tantri.

Vanessa dan Avriellya dalam kasus protitusi tersebut masih sebagai saksi. Meski dibebaskan keduanya dikenakan wajib lapor seminggu sekali ke Polda Jatim.

Berita Terkait

Berita Terkini