Mahasiswa UNG Olah Biji Teratai Jadi Es Krim, Inovasi Pangan Lokal Cegah Stunting

Mahasiswa KKN UNG mengolah biji teratai menjadi es krim di Desa Teratai, Gorontalo. Inovasi pangan lokal ini dihadirkan untuk cegah stunting.

Elara | MataMata.com
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:30 WIB
Mahasiswa UNG Olah Biji Teratai Jadi Es Krim, Inovasi Pangan Lokal Cegah Stunting

Mahasiswa UNG Olah Biji Teratai Jadi Es Krim, Inovasi Pangan Lokal Cegah Stunting

matamata.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi unik di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Para mahasiswa berhasil menyulap biji teratai menjadi olahan es krim kaya gizi guna mendukung pencegahan stunting.

Koordinator Desa KKN Tematik II UNG Desa Teratai, Hamdan Bahmid, menyampaikan bahwa inovasi ini dibuat untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat.

"Kami memperkenalkan ide kreatif ini melalui sosialisasi bertema 'Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting' di Aula Kantor Desa Teratai," ujar Hamdan di Gorontalo, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak PKK, petugas Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, serta warga sekitar. Biji teratai dipilih sebagai bahan baku utama karena mudah dijangkau dan dapat diolah menjadi hidangan populer yang disukai berbagai kalangan.

Hamdan menjelaskan, pembuatan es krim berbahan biji teratai ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Desa Teratai. Mahasiswa terlibat langsung mulai dari pemetikan, pengolahan biji, hingga menjadi produk jadi siap konsumsi.

"Produk ini menjadi inovasi baru di desa ini. Kami berharap inisiatif ini membuka cara pandang masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya pangan di sekitar mereka," tambah Hamdan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNG, Muhammad Rifai Katili, mengapresiasi langkah para mahasiswa. Menurutnya, pengabdian masyarakat harus mampu membaca peluang dan memberi solusi nyata sesuai kebutuhan warga lokal.

"Mahasiswa tidak hanya dituntut mengabdi, tetapi juga harus peka melihat peluang dan mengembangkan gagasan yang bermanfaat. Lewat program ini, mereka mendorong edukasi pangan keluarga secara langsung," kata Rifai.

Program pengolahan es krim biji teratai ini merupakan bagian dari KKN Tematik II UNG. Kegiatan tersebut mengusung agenda besar optimalisasi tata kelola data ekonomi-pangan BUMDes, penguatan pangan keluarga, pencegahan stunting, serta edukasi anti-narkoba di Desa Teratai. (Antara)

Baca Juga: RUU Perampasan Aset: KPK Minta Harta Pejabat Tak Terlaporkan LHKPN Dirampas Negara

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementan menargetkan fasilitasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 100 ribu hektare pada 2026. Petani dapat subsidi ...

news | 10:00 WIB

KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset mengatur penyitaan harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN atau pejabat yang se...

news | 09:44 WIB

Nilai ekspor kecap Indonesia Januari-Agustus 2026 tembus Rp340 Miliar. Pasar Australia dan Malaysia mendominasi berkat t...

news | 12:56 WIB

Veda Ega Pratama cetak sejarah jadi pembalap Indonesia pertama yang raih pole position di Moto3 GP Australia 2026. Simak...

news | 12:54 WIB

PBB merasa sangat khawatir atas eskalasi kekerasan dan pemblokadean Tepi Barat oleh Israel usai serangan penembakan yang...

news | 11:00 WIB