Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

Menag Nasaruddin Umar resmi terpilih sebagai Presiden pertama Majelis Imam Masjid Dunia (IAMI) di IGIC 2026. Jakarta ditetapkan sebagai sekretariat pusat.

Elara | MataMata.com
Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

matamata.com - Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dipercaya menjadi Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Keputusan ini disepakati dalam forum International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menag Nasaruddin Umar menyambut amanah tersebut dengan penuh kerendahan hati. Ia mengharapkan dukungan penuh dari para imam besar dunia untuk mengemban tanggung jawab ini demi kemaslahatan umat.

"Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar, saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu," ujar Nasaruddin.

Dipilihnya Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI mendapat sambutan hangat dari para imam besar, mufti, dan delegasi dari 46 negara yang hadir. Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya mengembalikan fungsi strategis masjid di tengah kehidupan masyarakat modern.

Menurut Nasaruddin, masjid tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan harus menjadi pusat pemberdayaan umat, ruang mempertemukan masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kemanusiaan.

"Masjid itu kita harus ubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjid-lah yang harus memberdayakan umat," kata Nasaruddin.

Ia meneladani fungsi masjid pada era Rasulullah SAW yang sangat luas, mulai dari pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, ruang konsultasi, hingga wadah pemersatu berbagai lapisan masyarakat.

"Masjid itu bukan hanya tempat ibadah, melainkan tempat pemberdayaan umat. Pada zamannya, masjid adalah sekretariat negara, pusat pemberdayaan imam, hingga baitul mal," tuturnya.

IAMI dibentuk sebagai respons atas masukan para pimpinan umat Islam dunia dalam forum IGIC 2026. Wadah internasional ini hadir untuk menjawab berbagai tantangan global yang dihadapi para imam, seperti intoleransi beragama, fragmentasi sosial, isu lingkungan, krisis kemanusiaan, hingga kebutuhan dialog antaragama.

Organisasi ini bervisi menjadi platform global terkemuka dalam mempromosikan komunitas yang harmonis, kepemimpinan keagamaan yang bertanggung jawab, serta perdamaian abadi.

Baca Juga: Tantangan Media di Era AI, AMSI Kepri Tekankan Pentingnya Verifikasi Jurnalistik

Guna menunjang operasional globalnya, IAMI menetapkan Jakarta sebagai lokasi sekretariat permanen dan pusat administrasi dunia. Sementara itu, kantor wilayah IAMI disebar di tujuh lokasi strategis, yakni Kuala Lumpur (Asia), Kairo (Timur Tengah), Nairobi (Afrika), London (Eropa), New York (Amerika Utara), Rio de Janeiro (Amerika Selatan), serta Canberra (Australia dan Pasifik). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Siti Hasmah, meninggal dunia pada usia 100 tahun di RS Institut ...

news | 10:19 WIB

Wapres Gibran Rakabuming meninjau penanganan korban dugaan keracunan makanan di Batang, Jawa Tengah. Pemerintah menjamin...

news | 10:17 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi terpilih sebagai Presiden pertama Majelis Imam Masjid Dunia (IAMI) di IGIC 2026. Jakarta dit...

news | 10:13 WIB

AMSI Kepri menegaskan pentingnya verifikasi dan pengecekan fakta bagi media siber untuk menjaga kredibilitas di tengah p...

news | 09:15 WIB

The Weeknd sukses menggelar konser hari kedua After Hours Til Dawn Tour di JIS Jakarta. Intip sapaan hangat sang bintang...

news | 08:00 WIB