Tantangan Media di Era AI, AMSI Kepri Tekankan Pentingnya Verifikasi Jurnalistik

AMSI Kepri menegaskan pentingnya verifikasi dan pengecekan fakta bagi media siber untuk menjaga kredibilitas di tengah pesatnya perkembangan AI dan media sosial.

Elara | MataMata.com
Senin, 28 September 2026 | 09:15 WIB
Tantangan Media di Era AI, AMSI Kepri Tekankan Pentingnya Verifikasi Jurnalistik

Tantangan Media di Era AI, AMSI Kepri Tekankan Pentingnya Verifikasi Jurnalistik

matamata.com - Industri media siber saat ini menghadapi tantangan berat akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi. Hal tersebut ditegaskan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dalam perayaan HUT ke-5 AMSI Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang, Minggu (28/9).

Wakil Ketua Umum AMSI, Citra Dyah Prastuti, menjelaskan bahwa masyarakat kini tidak hanya menggantungkan kebutuhan informasi pada media massa, tetapi juga melalui media sosial dan konten kreator. Oleh karena itu, perusahaan pers dituntut untuk lebih memahami kebutuhan audiens dengan menghadirkan konten yang benar-benar bermanfaat.

Di sisi lain, teknologi AI yang mampu mengolah dan merangkum informasi dalam hitungan detik turut mengubah lanskap industri media. Menurut Citra, kondisi ini justru harus mendorong media untuk memperkuat keunggulan utama jurnalistik yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

"Kerja jurnalistik yang dilakukan melalui verifikasi, pengecekan fakta, dan peliputan langsung menjadi bagian penting guna menjaga kredibilitas media di tengah derasnya arus informasi digital," kata Citra.

Senada dengan hal tersebut, Ketua AMSI Kepri, Jailani, menilai momentum ulang tahun ke-5 ini sebagai ajang refleksi bagi perusahaan pers di daerah. Ia menegaskan bahwa dinamisnya situasi bisnis tidak boleh melunturkan komitmen media dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang.

"Realitas hari ini, banyak media dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Tanggung jawab media bukan kepada media itu sendiri, melainkan kepada publik," tegas Jailani.

Jailani menambahkan, keberlangsungan media yang sehat membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat luas. Saat ini, terdapat 12 media siber lokal yang tergabung dalam kepengurusan AMSI Kepri.

Dukungan serupa disampaikan oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. Ia menilai media dan pemerintah merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya mengedukasi masyarakat dan mencegah penyebaran berita bohong (hoaks).

"Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, mempromosikan daerah, serta menjaga ketertiban. Kami berharap media terus menjadi sarana edukasi yang tepercaya bagi publik," tutur Ansar.

Acara peringatan HUT ke-5 AMSI Kepri tersebut ditutup dengan penganugerahan penghargaan kepada sejumah tokoh dan lembaga yang berkontribusi dalam memperkuat ekosistem media siber di Kepulauan Riau. (Antara)

Baca Juga: The Weeknd Sapa Penggemar Hari Kedua di JIS: Kalian Bikin Saya Jatuh Cinta pada Jakarta

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menag Nasaruddin Umar resmi terpilih sebagai Presiden pertama Majelis Imam Masjid Dunia (IAMI) di IGIC 2026. Jakarta dit...

news | 10:13 WIB

AMSI Kepri menegaskan pentingnya verifikasi dan pengecekan fakta bagi media siber untuk menjaga kredibilitas di tengah p...

news | 09:15 WIB

The Weeknd sukses menggelar konser hari kedua After Hours Til Dawn Tour di JIS Jakarta. Intip sapaan hangat sang bintang...

news | 08:00 WIB

Syahrini resmi comeback ke panggung off-air di Pestapora 2026 setelah 7 tahun vakum. Simak alasan vakum dan momen romant...

news | 07:00 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut ulama sebagai lentera dan kompas bangsa saat menghadiri Ngaji Kebangsaan ber...

news | 13:12 WIB