Bulog Pastikan Penyaluran Minyakita Prioritaskan Pasar SP2KP
matamata.com - Perum Bulog memastikan penyaluran minyak goreng rakyat Minyakita tepat sasaran hingga ke tingkat pasar. Skema distribusi diprioritaskan bagi pasar-pasar yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa Bulog mengelola alokasi Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita sebesar 35 persen yang dibagi bersama dua BUMN lainnya, yakni ID Food dan Agrinas Palma.
"Bulog mengelola alokasi 35 persen DMO Minyakita yang dibagi bertiga bersama ID Food dan Agrinas Palma," ujar Ahmad Rizal usai menghadiri penyaluran bantuan pangan di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).
Ia menjelaskan, tugas utama Bulog adalah memasok Minyakita ke pasar-pasar SP2KP guna menjaga ketersediaan barang sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen. Ke depan, distribusi Minyakita juga berpotensi diperluas ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.
Tingginya minat masyarakat terhadap Minyakita, menurut Rizal, dipicu oleh harga eceran yang sangat terjangkau dibanding produk minyak goreng lain di pasaran.
"Minyakita dihargai sekitar Rp15.700 per liter, paling murah dibandingkan minyak goreng lainnya. Karena harganya terjangkau, peminatnya sangat banyak sehingga cepat habis begitu disalurkan," kata Rizal.
Bulog berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mengawal kelancaran rantai pasok minyak goreng bersubsidi tersebut.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, membenarkan bahwa sempat terjadi penurunan kuota pasokan Minyakita di wilayahnya. Meski demikian, koordinasi intensif bersama Bulog Kantor Cabang Banyumas memastikan stok di pasar tetap terjaga.
“Berdasarkan koordinasi dengan Bulog, penambahan volume memang belum dapat dilakukan. Namun, pasokan diupayakan konsisten tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Gatot di Purwokerto, Banyumas, Jumat (25/9). (Antara)
Baca Juga: Film "People Pleaser" Tayang 19 November 2026, Mawar De Jongh Soroti Dilema "Enggak Enakan"