Menekraf sebut Muktamar ke-35 NU Momentum Akselerasi Ekraf Pesantren

Menekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting mengakselerasi ekonomi kreatif berbasis santri dan pesantren.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Menekraf sebut Muktamar ke-35 NU Momentum Akselerasi Ekraf Pesantren

Menekraf sebut Muktamar ke-35 NU Momentum Akselerasi Ekraf Pesantren

matamata.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya menilai Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam mendorong ekonomi kreatif (ekraf) berbasis pesantren.

Riefky menekankan peran vital NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam dengan basis massa besar yang konsisten mempertahankan integritas dan berpotensi menjadi penggerak utama ekraf nasional.

"Tema 'Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa' sangat relevan dengan semangat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menjaga marwah berarti merawat identitas dan jati diri bangsa, sementara memperkaya khidmat bermakna menghadirkan karya kreatif yang bermanfaat nyata bagi masyarakat," ujar Riefky dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Ia mengapresiasi kontribusi NU dalam memberdayakan potensi lokal, mulai dari santri, pesantren, hingga ekosistem ekraf di berbagai daerah. Menurutnya, ekraf tidak sekadar menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mendorong transformasi dan inovasi untuk kemaslahatan publik.

Riefky juga menyambut positif pembukaan rangkaian acara di Lapangan Untung Suropati yang berada di area pesantren. Menurutnya, lokasi tersebut berfungsi efektif sebagai inkubator bisnis sekaligus pusat rantai nilai ekraf bagi para santri mandiri.

"NU memiliki akar budaya religi yang kuat. Pemberdayaan santri dan pesantren yang aktif merupakan modal sosial dan kultural besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif," tambah Riefky.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU sekaligus Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak terhadap kesiapan logistik, tata kelola, dan sumber daya manusia selama acara berlangsung.

Gus Ipul menjelaskan bahwa panitia menyelenggarakan Bazar Muktamar dan Expo pada 20–31 Agustus 2026 yang dilengkapi panggung budaya serta pasar malam.

"Muktamar ke-35 tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi rakyat," kata Gus Ipul.

Rangkaian pembukaan muktamar turut dimeriahkan seni marawis dan paduan suara simfoni santri yang membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanol Wathon, Shalawat Asyghil, Shalawat Jibril, lagu tema Muktamar NU, hingga karya populer Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Baca Juga: Ramos Horta Ajak Peraih Nobel Pertemu Presiden Prabowo di Istana

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 ini mengagendakan pemilihan Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. Perhelatan ini dihadiri 2.232 delegasi dari 38 Pengurus Wilayah NU (PWNU), 523 Pengurus Cabang NU (PCNU), dan 33 Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting mengakselerasi ekonomi kreatif berbas...

news | 16:15 WIB

Presiden Timor-Leste Ramos Horta mengajak delegasi peraih Nobel bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan...

news | 15:37 WIB

Kedubes Palestina menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di NTT sebagai bentuk solidaritas dan persauda...

news | 15:00 WIB

Megawati Soekarnoputri menggelar dialog meja bundar bersama Presiden Timor Leste Jos Ramos-Horta dan para peraih Nobel d...

news | 14:19 WIB

Wamendiktisaintek Stella Christie mendorong siswa membudayakan sains dan riset sejak dini melalui rasa ingin tahu dan pe...

news | 12:15 WIB