Bahlil dan Menkeu Purbaya Bahas Skema Baru Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran
matamata.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas reformasi sistem penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil untuk memastikan anggaran subsidi bernilai ratusan triliun rupiah tidak lagi dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu.
"Tadi kita membahas pola subsidi BBM agar tepat sasaran," ujar Bahlil seusai menemui Menkeu Purbaya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Bahlil menilai penyaluran subsidi minyak dan gas (migas) selama ini belum sepenuhnya efektif. Pasalnya, kelompok masyarakat tergolong mampu—seperti yang berada di kategori desil 9 dan 10—masih menikmati BBM bersubsidi.
Melalui pertemuan tersebut, kedua menteri berupaya merumuskan skema distribusi baru agar alokasi APBN benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak.
"Selama ini kan kita tahu sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi? Contohnya mereka yang masuk desil 9 dan 10 masih dapat subsidi. Ini yang kita bahas sistemnya, supaya angka subsidi yang ratusan triliun rupiah ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak," tegas Bahlil.
Ia menambahkan, penataan ulang skema subsidi migas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden. Mengenai potensi nilai penghematan anggaran dari efisiensi subsidi tersebut, Bahlil menyatakan belum bisa membeberkan angka pasti karena masih dalam kalkulasi mendalam. (Antara)