Jembatan Darurat Kampung Owaq Aceh Tengah Dibangun, Akses Menuju Jamat Kembali Pulih

Personel Polri dari Polsek Linge dan BKO Brimob Polda Aceh, bersama TNI dari Babinsa Koramil 05 Linge serta warga setempat, bergotong royong membangun jembatan darurat di Sungai Kala Ili, Kampung Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (

Elara | MataMata.com
Senin, 05 Januari 2026 | 07:00 WIB
Personel Polri, TNI, dan masyarakat membangun jembatan darurat pascabanjir di Aceh Tengah, Minggu (4/1/2025). ANTARA/HO-Bidhumas Polda Aceh

Personel Polri, TNI, dan masyarakat membangun jembatan darurat pascabanjir di Aceh Tengah, Minggu (4/1/2025). ANTARA/HO-Bidhumas Polda Aceh

Matamata.com - Personel Polri dari Polsek Linge dan BKO Brimob Polda Aceh, bersama TNI dari Babinsa Koramil 05 Linge serta warga setempat, bergotong royong membangun jembatan darurat di Sungai Kala Ili, Kampung Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (4/1/2026).

Pembangunan jembatan ini menjadi solusi cepat untuk memulihkan akses transportasi dari Kampung Owaq menuju wilayah Kemukiman Jamat yang sempat terputus total akibat diterjang banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun menggunakan material sederhana namun fungsional. Petugas dan warga merangkai drum dan kayu menjadi jembatan apung agar bisa segera dilalui.

"Pembangunan jembatan ini dilakukan untuk membuka kembali akses jalan menuju wilayah Kemukiman Jamat yang sempat lumpuh akibat banjir. Sekarang aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar," ujar Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Senin (5/1).

Mantan Kapolresta Banda Aceh ini menambahkan, sinergi lintas instansi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa bencana. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah terdampak.

"Sinergi ini membantu mempercepat pemulihan. Kami berharap jembatan darurat ini menjadi urat nadi sementara bagi transportasi masyarakat hingga adanya perbaikan permanen," pungkasnya.

Hingga saat ini, jembatan apung tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sehingga distribusi logistik ke wilayah Kemukiman Jamat tidak lagi terhambat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Perum Bulog bakal bangun gudang 2-3 hektare di Kampung Haji Arab Saudi. Fasilitas ini akan jadi kawasan berikat untuk du...

news | 17:15 WIB

Gubernur DKI Pramono Anung siapkan insentif pajak bagi mal yang beri diskon selama Ramadan 2026. Simak cerita Pramono so...

news | 17:15 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco meminta pemerintah menunda impor 105 ribu mobil dari India. Simak alasan penundaan dan rinci...

news | 16:00 WIB

Kemenkeu melaporkan pembiayaan utang Januari 2026 sebesar Rp127,3 triliun. Simak detail realisasi APBN dan alasan penuru...

news | 15:15 WIB

BGN bantah kabar pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) saat sahur. Simak jadwal resmi distribusi MBG selama Ramadan 1447 ...

news | 14:15 WIB

LPPOM MUI kritik potensi pengecualian sertifikasi halal dalam MoU dagang RI-AS. Seskab Teddy tegaskan aturan halal tetap...

news | 11:15 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di bank hingga September 2026 untuk ja...

news | 10:15 WIB

Menag Nasaruddin Umar resmi laporkan fasilitas jet pribadi dari OSO ke KPK. Simak alasan Menag laporkan dugaan gratifika...

news | 09:00 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perintahkan usut tuntas kasus oknum Brimob Bripda MS yang aniaya anak hingga tewas...

news | 08:15 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen terlalu tinggi bagi parpol. Simak ...

news | 07:00 WIB