Jaga Kebersihan Selama Libur Nataru, Pengunjung Ragunan yang Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp500 Ribu

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, memberlakukan sanksi denda sebesar Rp500.000 bagi pengunjung yang terbukti membuang sampah sembarangan.

Elara | MataMata.com
Senin, 29 Desember 2025 | 12:45 WIB
Jaga Kebersihan Selama Libur Nataru, Pengunjung Ragunan yang Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp500 Ribu

Jaga Kebersihan Selama Libur Nataru, Pengunjung Ragunan yang Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp500 Ribu

matamata.com - Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, memberlakukan sanksi denda sebesar Rp500.000 bagi pengunjung yang terbukti membuang sampah sembarangan.

Langkah tegas ini diambil untuk menjaga kebersihan area wisata selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengonfirmasi bahwa penindakan akan dilakukan oleh petugas kebersihan dan aparat berwenang.

"Kalau buang sampah sembarangan dan ketahuan kita akan kenakan denda Rp500 ribu," ujar Wahyudi Bambang di Jakarta, Senin (29/12).

Sanksi tersebut merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah yang melarang pembuangan sampah di tempat umum. Seluruh uang denda yang terkumpul nantinya akan disetorkan langsung ke kas daerah.

Selain masalah sampah, pengelola juga memberikan imbauan keamanan bagi pengunjung, terutama orang tua agar menjaga anak-anak mereka dan tidak melewati batas pagar kandang satwa.

"Mohon untuk berhati-hati jangan melewati batas kandang. Jadi jangan coba-coba melewati batas kandang, nanti kalau ada ketahuan kita akan lakukan penertiban," tegas Wahyudi.

Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, pengunjung juga disarankan untuk membawa perlengkapan tambahan seperti payung dan jas hujan.

"Kami imbau pengunjung mengantisipasi hujan dengan membawa payung, jas hujan atau perlengkapan lainnya," tambahnya.

Pada momen libur Natal 2025, tercatat sebanyak 50.211 wisatawan telah mengunjungi TMR. Pihak pengelola memprediksi puncak kunjungan akan terjadi pada Tahun Baru 2026 dengan estimasi mencapai 80.000 orang.

Baca Juga: Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025

Guna menyemarakkan suasana, pengelola menyiapkan atraksi khusus berupa pemberian pakan satwa (feeding animal) bernuansa Natal dan Tahun Baru.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik, termasuk Pusat Primata Schmutzer serta kandang jerapah, harimau Sumatra, gajah Sumatra, hingga buaya muara.

Selama periode Nataru, yakni 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, TMR beroperasi dengan jam layanan yang lebih panjang, mulai pukul 06.00 hingga 16.30 WIB. Pengunjung dapat masuk melalui pintu utara dan pintu barat.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pengelola telah menyediakan 10 titik lokasi parkir dengan total kapasitas mencapai 6.000 mobil dan 12.000 sepeda motor. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wamen LH Diaz Hendropriyono tinjau penanganan karhutla di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia memuji taktik estafet air 11 k...

news | 11:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto instruksikan Satgas PKH untuk menertibkan kawasan hutan dan tambang ilegal secara tegas, trans...

news | 10:15 WIB

Pemprov DKI Jakarta menjajaki kerja sama teknologi pengelolaan air bersih berbasis IoT dan AI dengan Shenzhen Water Grou...

news | 09:15 WIB

Kementerian Kebudayaan resmi mengumumkan 20 pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan untuk memperkuat memori...

news | 08:15 WIB

Wapres Gibran pastikan pembangunan 699 unit huntap di Tapanuli Selatan dimulai bulan ini untuk korban bencana hidrometeo...

news | 07:00 WIB