Daftar 8 Kampus "Kristen Muhammadiyah", Mahasiswa Katolik Hafal Lagu Sang Surya

Dalam dunia pendidikan, Universitas Muhammadiyah bahkan sampai dijuluki sebagai Kampus "Kristen Muhammadiyah" atau Krismuha.

Riki Chandra | MataMata.com
Selasa, 12 Desember 2023 | 12:17 WIB
Daftar 8 Kampus

Daftar 8 Kampus "Kristen Muhammadiyah", Mahasiswa Katolik Hafal Lagu Sang Surya

matamata.com - Muhammadiyah telah menghadirkan toleran-inklusif sejak awal berdirinya organisasi. Hal itu diwujudkan dengan pelayanan sosial yang tidak memandang latar belakang suku, agama, dan ras. Bahkan, dokter Soetomo memuji etika welas asih Muhammadiyah dalam pidatonya pada tahun 1924.

Muhammadiyah membuktikan pelayanan sosial, kesehatan, dan pendidikan di beberapa wilayah Indonesia yang dihuni mayoritas umat non-muslim.

Dalam dunia pendidikan, Universitas Muhammadiyah bahkan sampai dijuluki sebagai Kampus "Kristen Muhammadiyah" atau Krismuha. Sebab, 70 sampai 80 persen mahasiswanya beragama Kristen dan Katolik.

Mengutip muhammadiyah.or.id pada Selasa (12/12/2023), Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti mengatakan, ada delapan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang masuk dalam kategori Kampus Krismuha.

1. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
2. Universitas Muhammadiyah Sorong
3. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Manokwari
4. Universitas Muhammadiyah Papua di Jayapura
5. Universitas Muhammadiyah Kupang
6. STKIP Muhammadiyah Kalabahi di Alor
7. Universitas Muhammadiyah Maumere
8. Universitas Muhammadiyah Manado

Meski mayoritas mahasiswanya beragama Kristen dan Katolik, kata Sayuti, mereka juga hafal “lagu kebangsaan” Muhammadiyah, Sang Surya yang selalu dinyanyikan pada acara-acara formal tertentu.

Namun, Mars Muhammadiyah tersebut cukup dimaknai sebatas sebagai sebuah lagu saja, sehingga tidak mencampuradukkan urusan keimanan. Beberapa kampus Krismuha tersebut bahkan tak jarang yang mendatangkan pendeta atau dosen khusus untuk memberikan kuliah agama Kristen bagi mereka.

Terkait pertanyaan netizen apakah di PTM tersebut terdapat bangunan gereja, kata Sayuti belum ada karena di dekat kampus-kampus tersebut sudah ada gereja, sehingga tidak perlu dibangun gereja lagi.

“Tidak ada gereja, karena tidak jauh dari kampus sudah ada gereja,” katanya.

Sayuti berterima kasih kepada Persyarikatan dan seluruh masyarakat di daerah tempat kampus-kampus Krismuha tersebut berada. Sebab, meski kampus Muhammadiyah berbasis Islam, namun mereka menerima kehadiran kampus-kampus Muhammadiyah dan mempercayakan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Jujur saja ini sangat mengharukan bagi kami, mereka sangat terbuka menerima kehadiran kampus-kampus Muhammadiyah. Tujuan kami semata-mata untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa kita,” katanya.

 

×
Zoomed
TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB