Life

Ayu Azhari Bawa Tenun NTT ke Ajang Fashion Internasional: Ini Saatnya!

Ayu Azhari menilai NTT sangat mumpuni menjadi pusat perhatian dunia.

Yohanes Endra | Yuliani

Ayu Azhari (MataMata.com/Yuliani)
Ayu Azhari (MataMata.com/Yuliani)

Matamata.com - Ayu Azhari pernah membawa tenun NTT ke London, Inggris, serta berbagai pameran budaya di Eropapada akhir 2019. Alasannya, Ayu sendiri memiliki kecintaan pada kain tenun Indonesia. Apalagi, kain tenun yang dihasilkan oleh tangan-tangan penenun wanita di NTT sesuai dengan visi pemerintahan Jokowi di kemandirian ekonomi.

"Visi pemerintahan Jokowi adalah diplomasi perdagangan dan bisnis di negara-negara utama dan negara industri maju. Kita dorong pengusaha kecil menengah go global melalui peranan pemerintah daerah dan pemerintah pusat," ucap Ayu Azhari di Webinar Exotic Tenun Fest 22-24 Maret di Kupang NTT dalam siaran pers yang didapat MataMata.com.

Ayu Azhari bersama Gubernur NTT, Dr Victor Laiskodat dan istri. [dokumentasi pribadi]
Ayu Azhari bersama Gubernur NTT, Dr Victor Laiskodat dan istri. [dokumentasi pribadi]

Tak dipungkiri, kain tenun NTT bisa dibilang sudah mendunia. Produk lokal seperti tenun sudah banyak mencuri perhatian para turis, sehingga dirasa Ayu Azhari bisa menjadi lahan yang sangat menguntungkan untuk promosi.

"Saat tenunan daerah NTT menjadi berita nasional sejak satu dekade lalu, saya turut serta mempromosikan sampai ke kota-kota penting di mancanegara. Salah satunya dalam tour dan diplomasi budaya ke London di mana saya mempromosikan ciri khas tenunan daerah," cerita Ayu Azhari.

Ayu Azhari menilai NTT sangat mumpuni menjadi pusat perhatian dunia. Selain alam yang indah dan budayanya, Ayu Azhari yakin tenun bisa terus dikenal di mancanegara. Oleh karena itu, perempuan berusia 51 tahun itu sangat siap bila menjadi duta tenun.

Ayu Azhari [Sumarni/Matamata.com]
Ayu Azhari [Sumarni/Matamata.com]

"Sudah waktunya kita promosikan produk dan karya yang bervisi etnik seperti tenunan ini. Saya tahu produk tenunan lokal banyak digemari turis-turis mancanegara karena enak dipakai baik dalam bentuk sarung, baju, maupun jadi topi, dan bentuk karya lainnya," beber Ayu Azhari.

"Disamping itu, NTT ini memiliki budaya tinggi yang tercermin dalam produk tenun. Saya siap untuk menjadi duta budaya mempromosikan karya tenun masyarakat Nusa Tenggara Timur," sambung Ayu Azhari antusias.

Dalam kesempatan yang sama, Julie Sutrisno Laiskodat, istri Gubernur NTT, Dr. Victor Laiskodat dan Ricky perwakilan Bank Indonesia mendukung aksi Ayu Azhari. Pembicaraan ini dimasukan dalam sesi talk show UMKM Tenun Goes Digital Business Matching NTT.

Julie Sutrisno Laiskodat juga sudah mempromosikan tenun NTT sejak tahun lalu ke berbagai event bergengsi di Eropa dan Amerika. Diawali pada September 2017, kain tenun asal NTT untuk pertama kali tampil dalam pagelaran tunggal Couture New York Fashion Week. Julie Sutrisno Laiskodat juga ikut menyumbangkan karya-karyanya sebagai salah satu desainer busana tenun asal Indonesia di ajang Paris Fashion Week 2018 di Paris. Saat itu, Julie bersama LeVico (butik miliknya), memamerkan 18 desain busana dengan sentuhan tenun dari Sabu, Rote, dan Alor.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report