Life

OmWawes Kolaborasi dengan Teman-teman Difabel di Klip 'Aku Sing Mundur'

Konsep video klip Aku Sing Mundur berbeda dengan video OmWawes lainnya.

Yohanes Endra

Om Wawes. (siaran pers)
Om Wawes. (siaran pers)

Matamata.com - OmWawes, salah satu band dangdut asal Yogyakarta merilis video musik terbaru mereka pada Selasa, 23 Maret 2021. Video musik berjudul “Aku Sing Mundur” ini juga terdapat di album pertama mereka ‘Restu’ yang dirilis pada Agustus tahun lalu.

Konsep video klip “Aku Sing Mundur” ini tentu berbeda dengan video OmWawes lainnya. Begitu pun dengan aransemen musiknya yang tidak seperti dangdut biasanya. Di lagu ini OmWawes hanya menggunakan instrumen cello dan piano.

Sesuatu yang menjadi spesial adalah OmWawes mengajak kolaborasi empat teman mereka yang merupakan penyandang difabel. Tentu hal ini bukan tanpa alasan, satu di antara mereka adalah seorang fans garis keras yang selalu hadir di setiap pertunjukan OmWawes, bahkan hingga ke luar kota. Keempat anak ini merupakan penyandang tuna daksa dimana terdapat kelainan di kaki mereka.

Om Wawes. (siaran pers)
Om Wawes. (siaran pers)

OmWawes ingin mengapresiasi bagaimana semangat mereka saat hadir menyaksikan pertunjukan OmWawes. Dengan selalu ditemani orang tuanya, mereka selalu berada di barisan depan dan bergabung berjoget bersama penonton lainnya.

Lagu ini ditulis oleh pemain ketipung OmWawes Louis David, di bait lirik “Aku Sing Mundur” ini terdapat lirik "Sadaro kabeh, menungso ora sempurno, (sadarlah semua, bahwa manusia tidak ada yang sempurna). Lewat video musik, lirik ini ingin menunjukan bahwa teman-teman difabel dan lainnya berhak mencintai dan dicintai, sebagaimana orang-orang biasa lainnya.

Sementara lagunya sendiri bercerita tentang seseorang yang kerap disepelekan, disia-siakan dan dipandang sebelah mata dalam sebuah hubungan asmara. Meski sudah selalu berusaha maksimal, namun pasangannya selalu meminta hal yang lebih dalam hal apa pun.

Om Wawes. (siaran pers)
Om Wawes. (siaran pers)

Band yang digawangi oleh Dhyen Gaseng (Vokal), Louis David (Kendang), Tony Kurniawan (Drum), dan Bayu Garnindra (Gitar) ini identik dan konsisten membuat lagu dalam bahasa Jawa. Mereka bukan hanya sudah merilis album, tapi juga membuat sebuah buku yang berisi fenomena dangdut yang ada di Jogja.

Buku bertajuk "Babat Alas Dangdung Anyar" ini merupakan inisiatif OmWawes untuk mencatatkan proses perjuangan dari awal berkarir di tahun 2012 hingga sekarang. OmWawes juga diklaim sebagai grup band dangdut pertama di Yogyakarta yang menginisiasi pembuatan sebuah buku yang berisi perjalanan karier dan fenomena musik dangdut.

Berita Terkini

Live Report