Life

Perjalanan Hijrah Irfan Sembiring: Dapat Hidayah saat Bertemu Metallica

Irfan Sembiring Rotor sempat dua kali mendapatkan hidayah, termasuk ketika bandnya sepanggung dengan Metallica. Simak kisahnya!

Yohanes Endra

Irfan Sembiring Rotor. (Instagram/@irfansembiring_rotor)
Irfan Sembiring Rotor. (Instagram/@irfansembiring_rotor)

Matamata.com - Musisi Irfan Sembiring Rotor baru saja dikabarkan meninggal dunia pada hari Selasa (16/2/2021). Sebelum berpulang, beberapa waktu yang lalu Irfan sempat menceritakan perjalanan hijrahnya di akun YouTube Kana Musik (16/8/2020).

Dalam obrolannya, Irfan mengatakan bahwa ia setidaknya dua kali mendapatkan hidayah. Hidayah pertama ia dapatkan ketika Rotor sedang satu panggung dengan Metallica.

Irfan Sembiring Rotor. (Instagram/@irfansembiring_rotor)
Irfan Sembiring Rotor. (Instagram/@irfansembiring_rotor)

"Hidayah awal itu waktu main sama Metallica karena waktu itu kita di backstage kita bareng sama Metallica. Kita makan malam dan siang itu satu ruangan dan satu meja sama Metallica, tapi ambil sendiri karena prasmanan. Nah, selama di belakang panggung, selain nyiapin buat Rotor, gua juga belajar karena gua seneng belajar," kata Irfan.

Irfan mengatakan bahwa saat berada di belakang panggung, ia berusaha memperhatikan setiap persiapan dan gerak-gerik yang dilakukan kru serta personel Metallica. Hanya saja, Irfan malah menemukan sesuatu yang salah dalam pengamatannya.

"Gue pengin belajar, gimana caranya band superstar menyiapkan konser. Gue perhatiin satu-satu, krunya gue perhatiin, terutama Metallica, tapi gua nggak mau ceritain apa yang mereka lakukan karena itu aib," imbuhnya.

Irfan Sembiring Rotor. (Instagram/@irfansembiring_rotor)
Irfan Sembiring Rotor. (Instagram/@irfansembiring_rotor)

"Jadi ketika di belakang panggung gua lihat, 'wah nggak asyik kalau kayak gini.' Ada sisi baik yang Allah letakkan di hati gua. Jadi gua berpikir, kalau gua terus berkarier dalam musik dan jadi superstar seperti mereka, gue akan bertingkah laku seperti mereka. Kalau lu ikutin seseorang, lu akan jadi seperti dia."

Saat itulah, Irfan mulai merasa khawatir ia akan terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan hati nuraninya.

"Kalau gua berjuang terus nanti akan tur dunia juga seperti mereka walaupun mungkin nggak sebesar mereka. Gua bisa jadi kayak mereka. Dan yang gua lihat waktu itu bukan sesuatu yang patut dipuji. Dalam hati gua udah galau itu. Gua udah salah jalan, tapi gua juga nggak tahu mana jalan yang benar."

Hidayah berikutnya didapatkan Irfan saat ia memperhatikan perilaku penonton. Tanpa bermaksud merendahkan, Irfan merasa bahwa tidak ada satupun penonton yang sepenuhnya memberikan dukungan untuk Rotor.

"Hidayah kedua adalah ketika gua manggung. Gua kan frontman, gua ada di posisi tengah. Lampu sorot ke penonton itu terang banget. Gua nontonin penonton, mereka teriakin (mengelukan) Rotor, tapi nggak ada satupun yang pakai kaus Rotor," kata Irfan.

"Gua bukan mengecilkan penonton, tapi dalam hati gua aja nih, ternyata gua nggak bisa mendapatkan fans yang sejati dalam dunia musik. Mereka senang Rotor, tapi mereka juga senang dengan band lain. Jadi gua pikir, ini salah nih."

Dalam obrolan itu, Irfan meluruskan pemberitaan mengenai dirinya yang telah hijrah. Menurutnya, saat itu Irfan belum hijrah, melainkan sedang belajar bertobat.

"Sebenarnya gue nih belum hijrah, kalau udah hijrah sih diwawancarai begini gue nggak mau. Hahahaha. Jadi, yang perlu dilurukan nih kata-kata 'hijrah'. Orang Indonesia ini kan suka hiperbola. Ada artis baru dua hari pakai jilbab dibilang hijrah. Belum hijrah. Sebelum hijrah itu kita tobat dulu. Tobat aja ada empat tahap (menyesali kesalahan, tidak mengulanginya lagi, menggantinya dengan perbuatan baik, mengajak orang lain untuk meninggalkan maksiat yang sama). Kalau empat tahap itu dilewatin dan lo udah Istiqamah selama bertahun-tahun dan sudah terbukti, maka itu baru bisa dibilang hijrah," ujar Irfan.

"Empat tahap itu harus dilewati dulu. Jangan belum apa-apa udah dibilang hijrah. Hijrah itu bukan dari penampilan. Penampilan hanya indikator awal. Jadi gua sendiri belum hijrah. Tobat aja belum selesai. Sekarang gue baru belajar bertobat. Belajar menangisi kesalahan di masa lalu."

"Itu aja dulu. Kalau lo ingat kesalahan atau dosa yang lalu, terus kita bisa nangis, itu baru tobat namanya."

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report