Berkat E-Money, Toko Kelontong Jadi Tertolong

Intip cerita inspiratif pengguna E-Money berikut ini yuk.

Tinwarotul Fatonah | MataMata.com
Rabu, 27 Februari 2019 | 11:28 WIB
Ilustrasi toko kelontong. (Shutterstock)

Ilustrasi toko kelontong. (Shutterstock)

Matamata.com - Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil, Dewi memulai hari dengan menata stok barang dagangan di toko kelontong miliknya. Tiap produk ia susun rapi sesuai jenisnya, mulai dari telur, minyak, beras, sabun, dan lainnya.

Hal itu ia lakukan  setiap pagi usai mengantar Bimo, anak semata wayangnya pergi sekolah.

Sebenarnya Dewi mulai malas mengurus toko kelontong yang sudah ia jalankan sejak 2 tahun yang lalu. Tepatnya saat keluarganya pindah dari Yogyakarta ke Sukoharjo.

Suaminya, Bono, baru saja diterima kerja di salah satu pabrik plastik di sana. Meski tidak banyak, gaji suaminya cukup untuk menghidupi mereka bertiga.

Tapi yang namanya kebutuhan, selalu saja bertambah tiap hari. Mau tidak mau, mereka memutuskan untuk mencari tambahan pemasukan lain. Dengan sedikit modal dan teras yg cukup luas, mereka akhirnya memilih membuka toko kelontong

Awalnya, toko kelontongnya cukup laris manis karena barangnya cukup komplit. Ibu-ibu kampung bahkan jadi langganan tetapnya.

Ilustrasi telur kiloan. (Pixabay)
Ilustrasi telur kiloan. (Pixabay)

Namun beberapa bulan belakangan, pengeluaran Dewi membengkak, mau tidak mau ia menggunakan lebih banyak keuntungan toko. Padahal, uang itu adalah uang yang harus diputar untuk ke tempat grosiran.

Alhasil, toko kelontongnya pun terlihat kosong. Pembeli pun jadi malas membeli di tempatnya lagi karena sering tidak mendapat barang yang dicari.

''Bu, jual pulsa nggak?'' tanya seorang bapak-bapak yang tiba-tiba muncul di depan tokonya

''Enggak Pak, coba ke pertigaan ke dua sana Pak, ada kios pulsa kayaknya,'' jawab Dewi.

Baca Juga: Menikah Hari Ini, Ini 5 Fakta Perjalanan Cinta Syahrini dan Reino Barack

''Wah jauh Bu, sering tutup juga, ya sudah makasih ya,'' ujar bapak tersebut sembari meninggalkan tokonya.

Ini bukan sekali dua kali orang bertanya hal serupa. Memang, kios pulsa di kampungnya cuma ada satu dan sering tutup. Minimarket terdekat pun ada di jalan besar yang cukup jauh.

***

Malam harinya, Dewi ditelepon Lina, teman dekatnya semasa SMP. Ia pun curhat tentang kondisinya saat ini.

''Enak ya Lin jadi kamu, gaji suami banyak, tinggal ngurus rumah sama anak, terus sisanya bisa nyalon,'' keluh Dewi.

''Eh jangan salah Wi. Aku jarang lho minta uang suamiku buat nyalon atau belanja. Gini-gini aku punya pemasukan sendiri karena jadi agen TrueMoney,'' jelas Lina di ujung telepon.

''Tru.. Tru apa Lin?''

''TrueMoney, Wi, alat pembayaran elektronik gitu.''

Ilustrasi uang. (Unsplash/Bady QB)
Ilustrasi uang. (Unsplash/Bady QB)

Lina kemudian menjelaskan panjang  lebar tentang  TrueMoney. Dengan menjadi agen, ia bisa mendapat komisi lumayan lewat melayani orang yang ingin top up listrik, beli pulsa, internet, bayar PDAM hingga BPJS Kesehatan.

Ia juga menjelaskan untuk jadi agen TrueMoney cukup KTP, KK dan uang tiga ratus ribu untuk pendaftarannya. Asyiknya lagi, akan dipinjamkan mesin EDC sehingga pelanggan yang bertransaksi nantinya bisa mendapatkan struk. Tentu hal ini akan membuat pelanggan lebih percaya.

Mendengar penjelasan Lina, Dewi langsung tertarik. Karena dengan begitu ia bisa menambah bisnis baru bagi toko kelontongnya, mengingat banyak orang kampung yang sering menanyainya jual pulsa atau tidak.

****

Sejak menjadi agen TrueMoney dua bulan lalu, kini Dewi tidak malas-malasan lagi membuka toko kelontong miliknya. Sebab, ia memiliki penghasilan lainnya saat pembeli kelontong sepi.

Toko kelontongnya setiap hari selalu ramai dengan orang yang ingin membeli pulsa, token listrik, bayar BPJS Kesehatan maupun transfer uang. Keuntungan yang didapat pun bisa Dewi gunakan untuk menambah modal toko.

Selain itu, karena menjadi agen yang aktif, Dewi sering mendapat banner promosi yang membuat tokonya semakin ramai. Omset pendapatannya pun jadi meningkat banyak. (Yasinta Rahmawati)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Cari AC yang cepat dingin, awet, dan hemat listrik? Temukan rekomendasi merk AC terbaik berikut ini untuk mendukung keny...

life | 16:57 WIB

Temukan 5 kulkas terbaik untuk rumah yang tahan lama. Bahas masalah umum, teknologi wajib, komponen penting, dan rekomen...

life | 14:05 WIB

Melalui pameran ini, pengunjung diajak menelusuri jejak bunyi, nada, dan gambar yang membentuk identitas estetika Miles ...

life | 13:32 WIB

Banyak individu mengalami hambatan dalam proses pengajuan pinjaman....

life | 20:43 WIB

Ultraverse Festival 2026 dengan Layanan XL Ultra 5G+ menghadirkan konser serentak di tiga kota dengan satu alur pertunju...

life | 11:43 WIB

Banyak tips yang dapat membantu Anda menikmati Bandung dengan anggaran terbatas....

life | 08:00 WIB

Deretan mesin cuci Panasonic ini menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang mengutamakan kebersihan maksimal, teknologi mo...

life | 16:03 WIB

Aktor Ringgo Agus Rahman mengaku antusias mendapatkan tantangan baru memerankan sosok ayah dengan dua putri dalam film t...

life | 08:15 WIB

Happy Catchy Studio menegaskan bahwa seluruh proses pengembangan Didi Kempot AI dilakukan dengan pengawasan ketat dari k...

life | 10:16 WIB

Pameran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan ruang ...

life | 10:15 WIB