Di Balik Lagu Trilogi, Fourtwnty Ceritakan Kisah Nyata Teroris

Lagu ini bisa dikatakan cocok dengan situasi Indonesia yang akhir-akhir ini digempar teror bom untuk meluruskan pemahaman yang salah.

Tinwarotul Fatonah | MataMata.com
Jum'at, 18 Mei 2018 | 20:41 WIB
Fourtwnty

Fourtwnty

Matamata.com - Bagi Band Fourtwnty dari lagu-lagu sebelumnya yang penuh makna, ada satu lagu spesial.

Lagu itu berjudul Trilogi dari album kedua 'Ego & Fungsi Otak' yang baru saja rilis 20 April 2018 lalu.

Lagu ini bisa dikatakan cocok dengan situasi Indonesia yang akhir-akhir ini digempar teror bom, misalnya di Surabaya awal Mei lalu.

Setidaknya lagu ini bisa memberikan pemahaman berbeda soal teroris yang selalu kaitkan dengan unsur agama.

Pesan mendalam yang ingin disampaikan Fourtwnty bahwa teroris bukanlah Islam.

"Sebenernya lagu ini lebih kayak edukasi teroris itu bukan Islam. Karena memang yang dia ceritakan itu ada yang bukan orang islam. Kalau islam itu islam yang ajarannya nggak jelas. Intinya ini kayak ngegambarin ternyata gue yang melakukan tapi gue juga yang merasakan kalau itu salah," jelas Ari Lesmana seperti diberitakan Suara.com.

Kesimpulan itu Fourtwnty dapatkan dari hasil wawancara langsung mantan teroris yang terlibat bom Bali.

Satu personil Fourtwnty, Ari Lesmana sempat mewawancarai langsung mantan teroris itu sebelum membuat lagu Trilogi tersebut.

Singkatnya, lagu Trilogi itu menceritakan kehidupan mantan teroris tersebut dari sudut pandang dia soal teror.

Dalam setiap liriknya menggambarkan batapa menyesalnya dirinya sudah terlibat dalam jaringan teroris.

Mantan teroris itu sadar bahwa paham teroris yang dianutnya bukanlah Islam.

Ada unsur lain yang menyebabkan mereka menjadi teroris, misalnya dendam dan juga tingkat ekonomi mereka.

Menurut cerita Ari Lesmana, dendam itu muncul karena teroris itu merasa negara telah merugikan bapak ibunya.

Berikut ini lirik lagu Trilogi:

Mendengung gendang telingaku
Memecah bising kala itu
Terlihat jiwa-jiwa layu
Terlentang didepan mataku

(Teror Memejamku... Teror melumpuhkanmu)

Trilogi otak bersatu
Trilogi hingga membatu
Dan langit memerah semesta pun marah bumiku berdarah

Meradang egoku
Meradang tangisku
Menghadang tawamu

Meradang egoku
Meradang tangisku
Menghalang tawamu

Sesal dan ku malu
Tangisanku tak membantuku
Akhirnya nelangsa yang menjamah aku
Menjamah aku...

Dan langit memerah semesta pun marah bumiku berdarah
Meradang egoku
Meradang tangisku
Menghadang tawamu

Meradang egoku
Meradang tangisku
Menghalang tawamu

Meradang egoku
Meradang tangisku
Menghalau tawamu

(Trilogi hingga membatu)
(Trilogi otak bersatu)
(Trilogi hingga membatu)

Maafkan ini karenaku
Biang masalah masa lalu
Bertemu faham-faham itu
Simpang siur kini namaku

Berita ini sebelumnya sudah ada di Suara.com >>

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Film ambisius ini sudah lahir sejak lama, tahun 2020 tepatnya....

life | 15:22 WIB

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia....

life | 12:03 WIB

Anies membagikan refleksinya yang mendalam tentang bagaimana film ini berhasil memotret sosok ibu secara utuh....

life | 11:15 WIB

Kisah mereka bukan hanya tentang kesedihan, tetapi tentang cinta yang bertahan bahkan ketika waktu tak lagi berpihak....

life | 11:15 WIB

Pertunjukan spesial stand-up comedy Pertigapuluhan akan hadir di Yogyakarta!...

life | 10:55 WIB

Kehadiran MLTR menjadi bagian dari semangat besar bertajuk Celebrate The Joy, yang diusung Prambanan Jazz Festival tahun...

life | 10:40 WIB

Selama 12 tahun, festival ini tumbuh berkat dukungan dan antusiasme para pecinta musik....

life | 10:30 WIB

Cari AC yang cepat dingin, awet, dan hemat listrik? Temukan rekomendasi merk AC terbaik berikut ini untuk mendukung keny...

life | 16:57 WIB