Kpop

Tidak Selalu Seperti yang Dipikirkan, Ini 5 Kesalahpahaman Tentang Kpop!

Tidak semua asumsi yang penggemar pikirkan tentang Kpop benar adanya, lho!

Rosiana Chozanah

BTS dalam photoshot Butter (Twitter)
BTS dalam photoshot Butter (Twitter)

Matamata.com - Bagi penggemar K-Pop yang baru 'bergabung' mungkin memiliki beberapa asumsi-asumsi tentang para idolanya atau terkait industri musik itu sendiri.

Tapi, tidak semua asumsi tersebut benar yang menyebabkan kesalahpahaman dari penggemar itu sendiri. Ada beberapa yang, bahkan, tidak sesuai dengan ekspektasi.

SHINee (Instagram/@shinee)
SHINee (Instagram/@shinee)

 

Berikut lima kesalahpahaman yang biasa terjadi pada penggemar baru K-pop, dilansir Koreaboo.

1. Fanchant tidak dibuat penggemar

Konser Super Junior di ICE BSD [Suara.com/Marni]
Konser Super Junior di ICE BSD [Suara.com/Marni]

 

Pernah mendengar fanchant atau ucapan tertentu yang disorakkan penggemar saat menonton konser idolanya? Sorakan itu tidaklah dibuat oleh penggemar sendiri, melainkan sudah disiapkan oleh agensi.

2. Beberapa grup band bunya banyak nama

Changmin TVXQ dan Yunho TVXQ (Instagram/@tvxq.official)
Changmin TVXQ dan Yunho TVXQ (Instagram/@tvxq.official)

 

Misalnya, DBSK, Tohoshinki, dan TVXQ adalah satu boy band yang sama, bukan berbeda-beda. Sama halnya dengan SNSD dan Girls' Generation.

3. Menganggap idola sekaya penyanyi barat

SNSD (Youtube.com)
SNSD (Youtube.com)

 

Memang ada beberapa idola K-Pop yang kaya, terutama idola senior, tetapi biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memiliki kehidupan yang layak.

Banyak agensi (tidak semua) akan membuat idolanya 'membayar kembali' uang yang telah diinvestasikan perusahaan untuk pelatihan, makanan, dan akomodasi, sebelum akhirnya sang idola mulai dapat menghasilkan uang.

'Membayar utang' ini bisa memakan waktu bertahun-tahun dan membuat masa sang idola cukup sulit.

4. Tiga agensi besar diberi nama sesuai pendirinya

SM Entertainment (Soompi.com)
SM Entertainment (Soompi.com)

 

Ada tiga agensi yang terkenal di Korea Selatan, yakni SM Entertainment, YG Entertainment, dan JYP Entertainment. Semuanya berasal dari Lee Soo Man, Yang Jyun Suk, dan Park Jin Young.

5. Kata 'comeback'

Album dengan desain yang dinilai jelek (Koreaboo)
Album Red Velvet (Koreaboo)

 

Tidak seperti di industri musik Barat, kata 'comeback' umum digunakan pada grup band yang kembali membuat album, bukan sebuah grup yang kembali aktif setelah lama hiatus.

Berita Terkini

Live Report