World

Biarawati Seteru Katy Perry Ambruk dan Meninggal di Pengadilan

Katy Perry dan kelompok biarawati bersengketa di pengadilan.

Yazir Farouk

Katy Perry [Instagram/katyperry]
Katy Perry [Instagram/katyperry]

Matamata.com - Pertarungan hukum antara penyanyi Katy Perry dan kelompok biarawati dalam sengketa biara tampaknya bakal terhenti sejenak. Hal ini disebabkan setelah Suster Catherine Rose Holzman dari Keuskupan Los Angeles meninggal di persidangan, Jumat (9/3/2018).

Mengutip dari Metro.co.uk, Suster Catherine tiba-tiba ambruk dan meninggal saat menghadiri sidang lanjutan kasus sengketa biara tersebut.

Bahkan, beberapa jam sebelum meninggal, Suster Catherine sempat mendesak Perry untuk menyudahi pertarungan di pengadilan. Hal itu disampaikan dalam wawancaranya bersama Fox 7 News.

"Kepada Katy Perry, tolong berhenti. Ini tidak ada gunanya kecuali bakal menyakiti banyak orang," katanya.

Perseteruan antara Katy dan kelompok biarawati berawal setelah si pelantun Firework itu berencana membeli sebuah biara di California, Amerika Serikat.

Beberapa biarawati, termasuk Suster Catherine dan Suster Rita Callanan menolaknya. Dia lebih memilih menjual biara tersebut kepada seorang pengusaha restoran bernama Dana Hollister.

Pada akhir 2017, langkah Perry untuk menempati biara tersebut sebenarnya sudah terbuka. Pengadilan mengabulkan permintaan Keuskupan Agung Los Angeles untuk membatalkan penjualan properti tersebut kepada Hollister.

Hollister juga diperintahkan untuk membayar uang ganti rugi kepada Perry dan Keuskupan Agung. Tak terima, kelompok biarawati mengajukan banding.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report