Pertamina Imbau Warga Tak Sembarangan Sebar QR Code BBM Subsidi
matamata.com - PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat pemilik kode QR (barcode) BBM Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina untuk tidak membagikan data tersebut kepada orang lain. Langkah ini krusial guna mencegah aksi penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya W, menyampaikan imbauan tersebut menyusul adanya keluhan warga di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Warga tersebut mendapati data kode QR miliknya telah digunakan orang lain untuk mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak memberikan barcode Subsidi Tepat kepada siapa pun agar tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Okky saat dihubungi dari Kendari, Kamis (1/10/2026).
Okky menjelaskan, menjaga kerahasiaan data barcode dapat menekan potensi kecurangan, khususnya oleh oknum pelangsir yang mencari keuntungan pribadi.
Bagi warga yang khawatir datanya bocor atau terlanjur tersebar, Pertamina menyarankan untuk segera memperbarui atau mereset kode QR di aplikasi MyPertamina secara berkala, terutama setelah melakukan pengisian Pertalite maupun Solar.
"Setelah di-reset, nanti akan muncul barcode baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat, sehingga data lama yang terlanjur tersebar tidak bisa dipakai lagi," jelas Okky.
Ia menambahkan, imbauan ini penting diingatkan kepada pemilik akun karena operator SPBU tetap wajib melayani pengisian jika gambar kode QR yang ditunjukkan konsumen sesuai dengan sistem data Pertamina.
Maraknya dugaan penyalahgunaan data ini turut direspons cepat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari. Kepala Satpol PP Kota Kendari, Dasril Yamin, menegaskan pihaknya telah menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU THR di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua.
"Kami turun menegur langsung pihak SPBU THR melalui manajer dan seluruh operator agar tidak melayani pengisian BBM yang tidak sesuai antara pelat kendaraan dan barcode yang ditunjukkan," tegas Dasril.
Baca Juga: Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA: Kuasa Hukum Minta KPK Buktikan Keterlibatan Silmy Karim
Dasril menambahkan, jabarannya kini memantau secara ketat setiap aktivitas pengisian BBM di lokasi tersebut untuk memastikan kesesuaian data kendaraan dan pengguna kode QR.
Sebelumnya, sebuah video protes dari warga bernama Atika Harli mendadak viral. Atika memprotes operator SPBU THR pada Rabu (30/9/2026) setelah mendapati jatah kuota BBM subsidi pada kupon kode QR miliknya telah terpakai oleh orang lain sejam sebelum ia tiba di lokasi. (Antara)