China Dukung Usulan Indonesia Soal Rantai Pasok BRICS di KTT New Delhi

China menyambut positif ajakan Presiden Prabowo Subianto terkait kolaborasi rantai pasok global dan industrialisasi bersama di KTT BRICS ke-18 New Delhi.

Elara | MataMata.com
Selasa, 15 September 2026 | 08:24 WIB
China Dukung Usulan Indonesia Soal Rantai Pasok BRICS di KTT New Delhi

China Dukung Usulan Indonesia Soal Rantai Pasok BRICS di KTT New Delhi

matamata.com - Pemerintah China menyambut positif usulan Indonesia mengenai penguatan kolaborasi rantai pasok global antarnegara anggota BRICS. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan komitmen Beijing untuk memperkuat kemitraan teknologi dan penyelarasan industri bersama seluruh anggota BRICS.

"China akan memperkuat kerja sama teknologi dengan negara-negara BRICS, memperdalam penyelarasan industri, melaksanakan proyek peningkatan kapasitas, serta mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan, berkualitas tinggi, dan berketahanan kuat," ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (14/9).

Pernyataan tersebut merespons ajakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sesi kedua KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Minggu (13/9). Dalam forum itu, Prabowo mendorong negara-negara BRICS untuk mengolaborasikan sumber daya, kapasitas produksi, dan teknologi secara konkret.

"Saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita berindustrialisasi bersama dan mengoptimalkan sumber daya serta kapasitas yang kita miliki bersama," tegas Prabowo.

Prabowo menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia, mulai dari mineral kritis, logam tanah jarang, hingga potensi energi terbarukan dan kawasan hutan. Menurutnya, potensi tersebut dapat dipadukan dengan kekuatan ekonomi anggota BRICS untuk memperkuat posisi blok ini dalam rantai nilai global.

Integrasi sumber daya ini diyakini mampu mendorong investasi, memperkuat industri hilir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara-negara Global South.

Meruspons ajakan itu, Guo Jiakun menambahkan bahwa BRICS telah lama memfokuskan kerja sama pada sektor industrialisasi. Hal ini dibuktikan dengan pembentukan Pusat Inovasi Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru serta Pusat Kompetensi Industri BRICS.

KTT ke-18 BRICS kali ini mengusung empat pilar utama: ketahanan (resilience), inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan (sustainability). Forum puncak ini dihadiri oleh para pemimpin negara anggota, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, serta Perdana Menteri India Narendra Modi selaku tuan rumah.

Saat ini, BRICS diperkuat oleh 11 negara anggota yang mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global, serta 26 persen perdagangan dunia. (Antara)

Baca Juga: Jurnalis di Palu Doa Bersama untuk 5 Pewarta Hilang Kontak di Selat Sunda

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

China menyambut positif ajakan Presiden Prabowo Subianto terkait kolaborasi rantai pasok global dan industrialisasi bers...

news | 08:24 WIB

uluhan jurnalis di Palu menggelar doa bersama dan aksi solidaritas untuk 5 pewarta yang hilang kontak saat meliput erups...

news | 07:00 WIB

Ketua Komisi VI DPR RI memuji keberhasilan pemerintah menghentikan impor beras sejak 2025. Stok CBP Bulog kini capai 4,7...

news | 06:30 WIB

Luna Maya resmi menjadi Produser Eksekutif film Desember Jani produksi Palari Films. Simak sinopsis, jajaran pemain, dan...

news | 05:50 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional aman 20 hari. Antrean SPBU di Makassar dipicu shifting wa...

news | 17:44 WIB