Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 1,24 Juta Penerima di Lampung
matamata.com - Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan periode Juli–September 2026 kepada 1,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Provinsi Lampung. Langkah taktis ini diambil untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang dan masuknya periode paceklik.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa percepatan ini bertujuan memastikan bantuan segera diterima kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya keluarga desil satu hingga empat.
"Pemerintah tidak ingin masyarakat menghadapi kemarau dan paceklik sendirian. Bantuan pangan harus segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Zulhas saat meninjau penyaluran bantuan di Desa Pisang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan data pemerintah, realisasi penyaluran bantuan pangan di Provinsi Lampung telah mencapai 28,85 persen dari total 1.242.582 PBP. Khusus di Kabupaten Lampung Selatan, penyaluran tercatat sebesar 19,37 persen dari target 182.398 PBP.
Dalam peninjauan yang juga dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani tersebut, sebanyak 233 penerima di Desa Pisang secara simbolis menerima alokasi beras sebesar 30 kilogram (kg) per orang untuk periode tiga bulan.
Zulhas menambahkan, program bantuan ini berperan vital sebagai instrumen pelindung daya beli sekaligus penjaga ketahanan pangan rumah tangga selama musim kemarau.
"Yang kita jaga bukan hanya ketersediaan beras, tetapi juga daya beli masyarakat. Karena itu, bantuan pangan dan stabilisasi pasokan harus berjalan bersama," kata Zulhas.
Untuk memastikan kelancaran distribusi nasional, Kemenko Pangan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan Bulog agar penyaluran tepat sasaran.
Secara nasional, program bantuan pangan beras ini menyasar 33,2 juta penerima manfaat dengan alokasi 10 kg beras per bulan. Selain itu, pemerintah juga menambah alokasi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak satu juta ton guna memperkuat stok nasional hingga puncak masa panen pada Maret 2027. (Antara)
Baca Juga: Wamenkes Cek Integrasi Layanan CKG dan Skrining TBC di Posyandu Tanjungpinang