Sungai Kalimantan Surut, Pertamina Minta Warga Tak Lakukan Penimbunan BBM

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di Kalimantan akibat kendala distribusi darat setelah sungai surut dipicu kemarau.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 11 September 2026 | 08:15 WIB
Sungai Kalimantan Surut, Pertamina Minta Warga Tak Lakukan Penimbunan BBM

Sungai Kalimantan Surut, Pertamina Minta Warga Tak Lakukan Penimbunan BBM

matamata.com - PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk turut serta mengawasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite dan Biosolar. Langkah ini penting agar pendistribusian energi tetap tepat sasaran dan bijak di tengah kendala cuaca ekstrem.

"Harapannya, kita sama-sama mengawasi. Menggunakan BBM secara bijak dan hemat," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, di sela-sela temu media di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).

Imbauan tersebut disampaikan merespons adanya kendala distribusi BBM akibat surutnya sejumlah aliran sungai di Kalimantan, seperti Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Penyusutan debit air sungai akibat musim kemarau panjang atau El Nino membuat kapal tanker pengangkut BBM tidak dapat melintas.

Roberth meminta masyarakat maupun pihak tertentu tidak memanfaatkan situasi kekeringan ini untuk kepentingan pribadi, seperti melakukan pembelian berulang di SPBU (penimbunan) untuk dijual kembali dengan harga mahal.

"Kami sangat menyayangkan jika ada pihak yang memanfaatkan kondisi ini. Masyarakat sudah kesulitan akibat El Nino dan butuh energi, tetapi justru dipersulit oleh oknum-oknum tersebut," tegas Roberth.

Ia menjelaskan bahwa mengeringnya jalur sungai akibat kemarau panjang merupakan kondisi kahar (force majeure). Sebagai langkah antisipasi (contingency plan), Pertamina mengalihkan jalur pengiriman dari armada kapal ke mobil tangki melalui jalur darat.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa kelangkaan BBM di beberapa wilayah Kalimantan disebabkan oleh surutnya air sungai yang menghambat kapal distribusi.

Laode memastikan bahwa kendala ini telah dimitigasi dengan memperbanyak armada truk pengangkut BBM. Meski demikian, ia mengakui volume angkut moda darat tidak sebesar kapasitas angkut kapal sungai. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ziva Magnolya beri kejutan tampil berduet bersama Paul Klein di hari kedua konser LANY di Jakarta. Penampilannya panen p...

news | 15:00 WIB

Pinkan Mambo kenang momen awal masuk grup musik Ratu. Sempat gertak Ahmad Dhani, lolos audisi 1 menit, hingga beberkan k...

news | 14:30 WIB

Pengelola mal di Gresik beri penjelasan terkait insiden viral penempelan poster vulgar karyawati toko. Poster langsung d...

news | 14:00 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka karhutla dan mendesak jamin...

news | 13:38 WIB

Miss Thailand 2000 Boom Panadda resmi bercerai dari God Atip usai mengungkap dugaan perselingkuhan, penggelapan uang 7 j...

news | 11:45 WIB