Mentan Amran Tegaskan Kemandirian Pangan Jadi Benteng Perlindungan Rakyat
matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi utama untuk melindungi rakyat, khususnya petani dan masyarakat kecil, dari gejolak ekonomi global.
"Pemerintah terus memperkuat swasembada pangan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa," kata Amran saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/9).
Amran menjelaskan, perjuangan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga bentuk keberpihakan nyata negara kepada masyarakat bawah.
"Kita harus lindungi rakyat Indonesia, petani, dan warga kurang mampu. Jangan sampai ada pihak yang pesta pora di atas penderitaan orang miskin," ujar Amran.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia yang mandiri dan berdaulat melalui penguatan sektor strategis.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas utama. Namun, perubahan kebijakan di masa lalu sempat membuat pasokan kembali bergantung pada impor.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini berfokus memperkuat produksi nasional serta memastikan perlindungan memadai bagi petani agar mampu bersaing. Amran menambahkan, Presiden Prabowo menginginkan setiap pulau di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri demi efisiensi distribusi dan menekan angka inflasi.
Selain kedaulatan pangan, pemerintah juga mendorong kemandirian energi melalui program biodiesel B50 yang memanfaatkan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai substitusi solar.
"Program B50 ini memanfaatkan 5 juta ton CPO untuk menggantikan solar. Sejak Indonesia merdeka kita bergantung pada impor solar, dan sejak Juli lalu kita berhasil menghentikan impor tersebut," jelasnya.
Di akhir pemaparannya, Amran menekankan komitmen integritas dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Pertanian. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk praktik korupsi di lingkungan kementeriannya.
Baca Juga: Devina Aureel, Ungkap Kekuatan Pasangan dalam Sinetron 'Wajah Cinta Yang Lain'
"Cari kelemahan dan kekurangan saya karena saya manusia biasa. Namun, jika ada praktik korupsi yang saya lakukan, hari ini juga saya siap mundur dan diproses hukum," tegas Amran.
Ia berharap seluruh elemen bangsa, termasuk KAHMI, turut mendukung agenda strategis nasional demi mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. (Antara)