Mensesneg Prasetyo Hadi: Penanganan Karhutla akibat El Nino Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah fokus memadamkan karhutla seluas 107.000 hektare akibat El Nino dan belum merencanakan pencopotan pejabat daerah.

Elara | MataMata.com
Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:26 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi: Penanganan Karhutla akibat El Nino Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Mensesneg Prasetyo Hadi: Penanganan Karhutla akibat El Nino Jadi Prioritas Utama Pemerintah

matamata.com - Pemerintah memastikan fokus utama saat ini adalah menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah akibat dampak fenomena El Nino. Istana menegaskan belum ada rencana melakukan penggantian atau evaluasi pejabat di daerah yang dinilai gagal mengendalikan kebakaran di wilayahnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara maksimal.

"Pemerintah pusat mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, BNPB, tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan, pemerintah provinsi, hingga Balai Taman Nasional seperti di Bromo," ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menanggapi wacana pencopotan jabatan Kapolda hingga Pangdam yang gagal menekan angka karhutla—sebagaimana sempat disinggung Menko Polkam Djamari Chaniago—Prasetyo menegaskan langkah evaluasi tersebut belum menjadi prioritas.

"Kita belum sampai ke arah sana. Yang penting kita konsentrasi dulu secepatnya agar ini bisa diatasi," tegas Prasetyo.

Selain mengerahkan upaya pemadaman darat, pemerintah mempersiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, Prasetyo mengutip penjelasan BMKG bahwa kondisi cuaca ekstrim dan minimnya potensi awan hujan akibat El Nino menjadi tantangan teknis tersendiri dalam pelaksanaan OMC.

Mensesneg pun mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi dengan tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api, mengingat kondisi lahan sangat kering dan rawan membakar area yang lebih luas.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, area karhutla yang tengah ditangani saat ini mencapai 107.000 hektare. Penanganan intensif difokuskan pada enam provinsi rawan, yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada kebijakan baru terkait pemungutan pajak rumah kontrakan. Simak klarifik...

news | 17:35 WIB

Pemerintah siapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk Magang Nasional Angkatan 2 Tahun 2026. Simak jumlah kuota, pendaftar, d...

news | 16:30 WIB

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi sawit merambah hilirisasi hingga fasilitas refinery minyak goreng. ...

news | 16:26 WIB

Donald Trump mengungkapkan keinginannya maju pada Pilpres AS 2028 untuk periode ketiga, namun terhalang Amandemen ke-22 ...

news | 15:08 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan dua pesawat tempur Rafale TNI AU tampil perdana pada peringatan HUT ke-81 RI di Istan...

news | 15:05 WIB