Kepala BGN Mundur, Nanik S Deyang Fokus Pengobatan Jantung

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri demi pengobatan jantung ke luar negeri. Presiden Prabowo memproyeksikannya menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN setelah sukses meletakkan fondasi reformasi lembaga.

Elara | MataMata.com
Rabu, 22 Juli 2026 | 08:41 WIB
Kepala BGN Mundur, Nanik S Deyang Fokus Pengobatan Jantung

Kepala BGN Mundur, Nanik S Deyang Fokus Pengobatan Jantung

matamata.com - Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, pada Rabu (22/7/2026).

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung, sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza.

Meski masa jabatannya terbilang singkat, yakni sekitar satu setengah bulan, Dirgayuza menyebut Nanik telah meletakkan sejumlah fondasi penting bagi reformasi BGN. Selama memimpin, ia berhasil membongkar berbagai persoalan sistemik di tubuh lembaga tersebut.

Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan Nanik antara lain:

  • Mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu.
  • Menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang sudah jenuh.
  • Menemukan 414 SPPG bermasalah, yang berdampak pada penyelamatan ratusan miliar rupiah uang negara.
  • Membentuk 11 tim reformasi dan memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan.

buatDalam keterangan terpisah melalui media sosial pribadinya, Nanik membenarkan pengunduran dirinya. Ia menjelaskan bahwa ia harus segera berangkat ke luar negeri hari ini untuk menjalani perawatan medis terkait penyakit jantung yang dideritanya.

"Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan kondisi saya, beliau menyetujui. Namun, saya tetap diminta ikut mengawasi BGN," tulis Nanik.

Lebih lanjut, Nanik mengungkapkan adanya potensi pembentukan Dewan Pengawas BGN dan Implementasi MBG oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia diproyeksikan akan mengisi posisi sebagai Ketua Dewan Pengawas tersebut.

Di akhir pernyataannya, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap berjuang dan mendukung penuh upaya Presiden Prabowo dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat Indonesia, meskipun tidak lagi berada di posisi eksekutif BGN. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB