Pasokan Batu Bara PLTU Lancar, PLN Janji Sistem Kelistrikan Jawa Membaik

PLN memastikan pasokan batu bara kalori menengah ke berbagai PLTU di Jawa berjalan lancar demi memulihkan sistem kelistrikan pasca-pemadaman bergilir pekan lalu.

Elara | MataMata.com
Senin, 22 Juni 2026 | 11:15 WIB
Pasokan Batu Bara PLTU Lancar, PLN Janji Sistem Kelistrikan Jawa Membaik

Pasokan Batu Bara PLTU Lancar, PLN Janji Sistem Kelistrikan Jawa Membaik

matamata.com - PT PLN (Persero) memastikan penyaluran pasokan batu bara yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa kini berjalan lancar. Langkah cepat ini diambil menyusul insiden pemadaman listrik bergilir yang sempat dikeluhkan masyarakat pada pekan lalu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa kelancaran pasokan energi primer ini membuat proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa berangsur-angsur membaik. Atas ketidaknyamanan tersebut, manajemen PLN pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

"Pasokan energi primer (batu bara) yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit kami berjalan dengan lancar. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir pada pekan lalu," ujar Darmawan dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ke depan, PLN berkomitmen memperbaiki tata kelola rantai pasok batu bara dan memperkuat infrastruktur pembangkit agar keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa terus terjaga. PLN juga mempercepat pengadaan batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah (medium rank coal) sekitar 5.200 kcal/kg GAR.

Proses penyaluran medium rank coal tersebut kini mulai mengalir ke seluruh PLTU di Pulau Jawa, baik yang dikelola langsung oleh PLN, mitra PLN, maupun pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Langkah PLN ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencermati adanya kendala pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan pembangkit.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan langsung membentuk tim pengadaan batu bara khusus untuk mengatasi kendala PLN tersebut. Selain itu, Kementerian ESDM membuka peluang untuk merevisi harga batu bara untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO)—yang saat ini dipatok sebesar 70 dolar AS per ton—guna menyiasati meningkatnya tekanan biaya produksi para pemasok.

Darmawan merinci, sejumlah pembangkit di Jawa bagian barat yang kini menerima pasokan batu bara tersebut meliputi PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1–8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu. Sementara untuk wilayah Jawa bagian timur, pasokan dialirkan ke PLTU Paiton 1, 2, dan 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, serta PLTU Tanjung Awar-awar. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB