DEFRAG: Hindia Jadi Refleksi Kolektif Sukses Beresonansi Bersama 6 Ribu Penonton

Pertunjukan Hindia dan Kawan-Kawan: DEFRAG dibagi dalam fragmen-fragmen ringkas nan tematik, dengan membawakan karya-karya terbaik dari album Menari dengan Bayangan dan Lagipula Hidup Akan Berakhir.

Diwanna Ericha | MataMata.com
Jum'at, 19 April 2024 | 14:21 WIB
DEFRAG: Hindia, Perunggu, Lomba Sihir [Instagram/hectic_creative]

DEFRAG: Hindia, Perunggu, Lomba Sihir [Instagram/hectic_creative]

Matamata.com - Minggu (21/04) menjadi momentum sakral atas lahirnya karya retrospektif dengan tajuk Pertunjukan Hindia dan Kawan-Kawan: “DEFRAG”, yang digawangi oleh Hectic Creative, Bits and Bops, dan Sun Eater. Pertunjukan ini merupakan refleksi kolektif dimana seluruh entitas bebas untuk mengingat kembali kekecewaan, kekesalan, maupun kesedihan atas berbagai peristiwa yang pernah terjadi.

Terlebih perkara yang sudah lama mengendap menahun, hingga membawa implikasi gigantik lintas generasi. Di titik ini, kekecewaan harus disuarakan, keluh kesah diwajarkan, rasa sakit jangan diabaikan. Selama ini, generasi kita telah banyak terdistraksi, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu kembali terulang karena abai.

Pertunjukan Hindia dan Kawan-Kawan:“DEFRAG” dibagi dalam fragmen-fragmen ringkas nan tematik, dengan membawakan karya-karya terbaik dari album “Menari dengan Bayangan” dan “Lagipula Hidup Akan Berakhir”.

Daftar lagu yang dibawakan dalam pertunjukan ini dirancang khusus, agar menjadi satu kesatuan yang memiliki muatan dan pesan.
Pada kesempatan ini, Hindia mengajak tiga kolaborator untuk menggabungkan mozaik pertunjukan atas arahan artistik Sirin Farid Stevy, yaitu Fajar Merah, Dania Joedo, dan Kidung Paramadita.

Ketiga kolaborator tersebut bagaikan jembatan bagi fragmen- fragmen yang saling terpisah. Sosok dan persona ketiga kolaborator juga memiliki keterkaitan dengan isu yang disuarakan. Fajar Merah mengisi interlude pertama pertunjukan inti dengan membacakan puisi ayahnya, Widji Thukul, yang berjudul “Momok Hiyong”.

Interlude kedua dijahit oleh Dania Joedo dan disimpulkan melalui narasi reflektif yang berisi harapan dan ajakan untuk bermawas diri oleh Kidung Paramadita. Karya yang dibawakan oleh ketiga kolaborator ini memiliki satu kata kunci yang sama; “Abadi, dan tak bisa mati.”

Tepat pukul 19.00 WIB, riff gitar khas Perunggu mulai berdentum menjadi pertanda sebuah permulaan. Karya andalan seperti “33x” dan “Biang Lara” sukses memecah riuh gemuruh 6.000+ penonton yang memadati area GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Pun lenggak-lenggok heroik Daniel Baskara Putra / Hindia yang berkolaborasi dengan Lomba Sihir menjadi pertunjukan spesial pertama di Yogyakarta.

“DEFRAG” sendiri diambil dari kata defragmentasi yang merujuk pada sebuah proses menyusun kembali file-file yang tersebar menjadi kesatuan yang lebih teratur. Terinspirasi dari hal tersebut, pertunjukan ini akan membawa kembali ke dalam ingatan kita semua, berbagai "peristiwa" di "rumah" ini yang tersebar bebas tak beraturan menjadi kesatuan. Tergabung dalam panggung pertunjukan yang tak mungkin terlupakan.

Pertunjukan ini juga menyajikan angin segar bagi para penikmat musik, khususnya di Yogyakarta, dengan mengajak penonton menggunakan dress code berupa pakaian formal warna bebas dan menggunakan dasi. Hal ini merupakan representasi dari realitas sosial yang berkesinambungan dengan pertunjukan.

Tak hanya itu, Hectic Creative bersama Bits and Bops juga merespon pohon- pohon yang ada di area pintu masuk GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Pohon “Nelangsa” garapan HK Sidharta, seniman Yogyakarta, menjadi wadah untuk menggantungkan rasa kekecewaan penonton terhadap segala sesuatu yang terjadi.

Baca Juga: Anak Alami Kekerasan hingga Kemaluan Berdarah saat Bermain di Alun-alun, Isa Bajaj Buru Pelaku: Ditendang Cowok Berkacamata

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Massive Music mengarahkan fokusnya pada efisiensi yang didorong oleh teknologi dan data....

life | 12:06 WIB

Cari HP game terbaik untuk pengalaman main yang lancar dan seru? Temukan HP game terbaik dengan performa tangguh hingga ...

life | 14:43 WIB

Samsara menjadi film dengan nominasi terbanyak dan memimpin dengan tiga nominasi....

life | 17:24 WIB

Cherrypop kembali membawa semangat eksplorasi dengan merilis total 20 jajaran musisi/band terkurasi yang akan mengisi pa...

life | 17:11 WIB

Youth Economics Summit (YES) 2025, digelar oleh Suara.com dan CORE Indonesia, mengusung tema The New Economy Generation:...

life | 16:17 WIB

Bagi Naura, Lampu Jalan bukan hanya lagu, tapi juga surat cinta untuk diri sendiri....

life | 10:10 WIB

Pelaksanaan ARTJOG tiga tahun ke depan mengusung tema besar Ars Longa yang berarti Seni itu Panjang....

life | 10:40 WIB

Sampai Titik Terakhirmu merangkum sebuah warisan cinta yang begitu dekat dengan kehidupan banyak orang....

life | 15:51 WIB

Skala penyelenggaraan juga diperluas demi mengakomodasi antusiasme penonton yang semakin besar....

life | 21:23 WIB

Opera Jawa akan diputar dalam format orisinalnya, yaitu rol seluloid 35mm....

life | 21:15 WIB