Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Raih Sederet Penghargaan

Film yang diangkat dari novel Eka Kurniawan Ini sudah tayang sejak 2 Desember.

Yohanes Endra | MataMata.com
Senin, 06 Desember 2021 | 15:53 WIB
Film

Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". (siaran pers)

Matamata.com - Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” sedang tayang secara luas seluruh Indonesia. Mulai 2 Desember, film sutradara pemenang Piala Citra Edwin ini dapat ditonton di berbagai jaringan bioskop. Film yang dibintangi oleh Marthino Lio dan Ladya Cheryl juga turut dibintangi Reza Rahadian, Ratu Felisha, dan memperkenalkan Sal Priadi. Diangkat dari novel penulis dengan penghargaan internasional Eka Kurniawan, film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” mendapatkan klasifikasi 17+ dari Lembaga Sensor Film, meski begitu Palari Films menghimbau film ini untuk 18+ Khusus Dewasa.

Dian Sastrowardoyo memuji film ini sebagai “film terbaik yang saya tonton tahun ini,” sedangkan sutradara Riri Riza dengan mantap menyatakan, “film berkualitas yang sangat liar dan penuh imajinasi.”

Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”. (Palari Films)
Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”. (Palari Films)

CNN Indonesia menulis ulasan, “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas tetap menjadi sebuah karya yang berani dalam menyampaikan keresahan yang perlu diangkat di perfilman Indonesia, bukan cuma cerita cinta melulu.”

Sedangkan Harian Kompas menyatakan, “Seperti Dendam fokus mengulik realitas pahit yang masih terjadi di sekitar kita; yakni maskulinitas toksik dan normalisasi kekerasan”.

Dalam rangka peluncuran film, Palari Films mengadakan perjalanan tur ke beberapa kota seperti Yogyakarta, Bandung, Malang, Surabaya, dan Makassar sembari juga melakukan cinema visit di sekitar Jakarta.

Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". (siaran pers)
Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". (siaran pers)

Di hari Sabtu 4 Desember, film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” diganjar Silver Hanoman Awards oleh Jogja-NETPAC Asian Film Festival, berbarengan dengan film “Yuni”. Juri Lorna Tee (produser/pengelola festival) mengatakan, “Walaupun Yuni & Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” berbeda dari gaya dan penceritaan, tapi keduanya mempertunjukkan para perempuan kuat yang tak takut untuk mengambil alih nasib mereka sendiri”. Penghargaan ini menyusul kemenangan Golden Leopard di Locarno Film Festival.

Tonton film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” di bioskop dan dapatkan informasi selanjutnya yang terus diperbaharui melalui akun media sosial instagram.com/sepertidendamfilm.

Tentang Palari Films

Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". (siaran pers)
Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". (siaran pers)

Palari Films adalah rumah produksi film didirikan pada tahun 2016 oleh Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan Edwin. Palari Films telah merilis film panjang ‘Posesif’ (2017) yang dibintangi oleh Putri Marino dan Adipati Dolken. Lalu ‘Aruna dan Lidahnya’ (2018), terseleksi program Culinary Cinema-Berlinale Film Festival 2019, dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Oka Antara, Hannah Al Rashid, dan Nicholas Saputra, Kedua film tersebut telah diapresiasi di pasar domestik dan memenangkan Piala Citra untuk Sutradara Terbaik (Edwin, ‘Posesif’), Aktris Terbaik (Putri Marino, ‘Posesif’), Skenario Adaptasi Terbaik (Titien Wattimena, ‘Aruna dan Lidahnya’), dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Nicholas Saputra, ‘Aruna dan Lidahnya’).

Saat ini, Palari Films telah menayangkan film terbarunya ‘Ali dan Ratu Ratu Queens’, yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi di Netflix mulai Juni 2021. Sementara ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ memenangkan Golden Leopard di Locarno Film Festival 2021, disutradarai oleh Edwin dan skenario ditulis oleh
Edwin & Eka Kurniawan.

Baca Juga: Putri Marino Menangkan Best Performance di JAFF 2021

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Forestra kembali menghadirkan pengalaman khasnya melalui kolaborasi bersama Erwin Gutawa Orchestra....

life | 19:32 WIB

Chapter Jogja lahir sebagai kelanjutan dari semangat Jogja Art Fair....

life | 17:05 WIB

Mengusung tema ARS LONGA: GENERATIO, ARTJOG mengajak publik melihat kembali hubungan antargenerasi melalui praktik seni....

life | 10:51 WIB

Kemenangan Naga Sembilan menjadi salah satu highlight utama gelaran IHR Piala Paku Alam 2026....

life | 15:27 WIB

Youth Break the Boundaries umumkan pemenang Japan Youth Summit (JYS) 2026 di Osaka, ajang pemuda dunia berinovasi, tukar...

life | 13:24 WIB

Ada 6 faktor atau elemen yang membuat manajemen merasa optimistis untuk perkembangan dan kemajuan bisnis ke depan....

life | 19:20 WIB

Sebagai pembuka trilogi, ARTJOG 2026 mengusung tema Ars Longa: Generatio....

life | 11:53 WIB

Trailer yang ditampilkan bukan hanya menghadirkan jumpscare, tapi membangun rasa tidak nyaman yang perlahan merayap....

life | 11:05 WIB

Penyelenggaraan Piala Paku Alam merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan...

life | 14:15 WIB

Kehadiran Aurora Ribero sukses membawa bumbu romansa anak muda yang segar sekaligus penuh dilema emosional....

life | 16:54 WIB